Jaksa penuntut sebut Weinstein predator 'kawakan' saat buka argumen

New York (AFP) - Harvey Weinstein adalah seorang predator dan pemerkosa seksual "kawakan" yang menyalahgunakan kekuasaannya sebagai raksasa produsen film untuk memangsa para calon aktris yang rentan, kata jaksa penuntut pada Rabu saat membuka dakwaan dalam persidangan dia.

Weinstein, mengenakan setelan gelap, menggelengkan kepala dan menulis catatan untuk pengacaranya ketika Asisten Jaksa Wilayah New York Meghan Hast melukiskan gambaran seorang penggertak berbobot 300 pon (140 kilogram) yang dengan kasar memperkosa, mempermalukan dan memanipulasi sejumlah wanita sehingga membuat mereka trauma selama bertahun-tahun.

"Akan jelas selama persidangan ini bahwa terdakwa tahu dia memangsa yang naif dan tidak berdaya," kata Hast kepada pengadilan dengan menyatakan banyak korbannya berasal dari keluarga broken-home.

"Mereka tidak tahu kalau mereka dibohongi dengan alasan palsu. Mereka mengira mereka mendapatkan terobosan besar."

Hast mengatakan Weinstein memperkosa aktris "The Sopranos" Annabella Sciorra pada musim dingin 1993-1994 setelah dikejar-kejar dan mengenalkan aktris itu kepada obat bius.

"Dia meninggalkan Sciorra dalam keadaan hancur secara emosi dan fisik serta pingsan di lantai," kata jaksa penuntut di ruang sidang penuh dengan lebih dari 100 wartawan yang hadir.

Sang jaksa mengatakan Weinstein meninggalkan mantan asisten produksi Mimi Haleyi berbaring "tak bergerak seperti ikan mati" setelah secara paksa menyerangnya di apartemen wanita ini di New York pada Juli 2006.

Dan dia menuduh Weinstein memperlakukan aktris Jessica Mann, yang mengatakan Weinstein memperkosanya di kamar sebuah hotel di New York pada Maret 2013, seperti "boneka mainan."

Tim pembela Weinstein diperkirakan akan mengungkapkan email-email "cinta" antara produser film yang dulunya perkasa dengan para penuduhnya.

Weinstein (67) terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah atas tuduhan kekerasan seksual terhadap Haleyi dan Mann dalam persidangan di New York yang dianggap sebagai kunci bagi gerakan #MeToo.

Para pengacara Weinstein akan berusaha meyakinkan pengadilan bahwa kedua penuduhnya terlibat dalam hubungan suka sama suka dengan terdakwa dan baru sekarang menyebut kejadian itu sebagai paksaan.

Pengacara Damon Cheronis mengatakan Selasa bahwa tim pembela memiliki "lusinan" email yang dikirim wanita-wanita itu kepada Weinstein yang akan mementahkan tuduhan seks bukan suka sama suka, menurut wartawan di ruang sidang.

Hakim James Burke memutuskan bahwa tim pembela dapat mengutip email-email ini dalam argumen pembukaannya sehingga memberikan pukulan telak terhadap penuntut yang keberatan memasukkan email-email itu.

Seperti halnya Haleyi dan Mann, jaksa penuntut akan memanggil empat penuduh lain untuk bersaksi guna berusaha meyakinkan juri beranggotakan 12 orang bahwa Weinstein terlibat dalam pola perilaku seksual predator.

Pengacara hak-hak wanita terkemuka Gloria Allred, yang mewakili dua wanita yang terlibat dalam persidangan, mengatakan para penuduh bisa memperkirakan "pemeriksaan silang yang brutal."

Asisten Jaksa Wilayah Manhattan Joan Illuzzi-Orbon adalah yang memimpin penuntutan, sedangkan pengacara Chicago Donna Rotunno, yang telah membela banyak pria yang dituduh melakukan kekerasan seksual, memimpin pembelaan.

Lebih dari 80 wanita menuduh Weinstein melakukan pelanggaran seksual sejak tuduhan kepada dia memicu gerakan #MeToo pada Oktober 2017.