Jaksa Sebut Gelar Imam Besar Cuma Isapan Jempol, HRS: JPU Hati-hati

·Bacaan 1 menit

VIVA – Terdakwa kasus tes swab RS UMMI Habib Rizieq Shihab membacakan duplik atas replik jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Kali ini, eks pimpinan FPI itu menyayangkan pernyataan JPU yang menyebutkan, bahwa statusnya sebagai imam besar hanya isapan jempol belaka.

Menurut Rizieq, pernyataan itu terkesan bernuasa emosional dan tidak menjawab persoalan dalam perkara yang sedang disidangkan. Hal tersebut baginya bukan soal sepele.

"Saya sesalkan replik JPU dibuka dengan masalah yang 'sepele tapi tidak
sepele' tersebut. Sehingga seluruh replik JPU diisi dan dipenuhi dengan gelora
emosi dari persoalan 'sepele tapi tidak sepele' tersebut," ujar Rizieq di PN Jakarta Timur, 17 Juni 2021.

Selain itu, Rizieq juga menyinggung kalimat pembuka di halaman dua pada replik JPU. Disebutkan di situ, jika status Rizieq yang 'didengung-dengungkan sebagai seorang Imam Besar hanyalah isapan jempol belaka'.

"Kemudian kalimat pembuka tersebut entah oleh siapa dan dengan maksud apa
difoto dari replik JPU dan disebar-luaskan via Medsos ke para Pejabat Tinggi Negara, serta Tokoh Nasional, hingga akhirnya viral dan sampai ke Umat Islam dimana-mana," sambungnya.

Ia mengatakan, status imam besar yang tersemat datang sendiri dari masyarakat luas. Karena itu, dia khawatir apa yang dikatakan jaksa dapat menghina masyarakat.

"Karenanya hinaan JPU terhadap istilah 'Imam Besar' bukanlah hinaan JPU terhadap diri saya, sehingga saya tidak akan pernah merasa terhina atau merasa tersinggung apalagi marah, akan tetapi saya khawatir hinaan tersebut akan diartikan oleh Umat Islam Indonesia sebagai hinaan terhadap cinta dan kasih sayang mereka," kata Rizieq.

Rizieq pun risau, pernyataan JPU nantinya bisa disalah artikan sebagai tantangan bagi simpatisannya. Untu itu, dia mengingatkan agar JPI hati-hati dan tidak menantang pecintanya.

"Nasihat saya kepada JPU agar hati-hati. Jangan menantang para pecinta, karena cinta itu punya kekuatan dahsyat, yang tak kan pernah takut akan tantangan dan ancaman," imbuhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel