Jaksa Sebut Rizieq Shihab Tak Perlu Mengkambinghitamkan Mahfud Md

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) turut menanggapi nota keberatan mantan pimpinan FPI Rizieq Shihab yang meminta pertanggungjawaban Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md atas terjadinya kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Jaksa, tidak ada kaitannya antara kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta dengan pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md.

"Tidak ada revelansinya kerumunan yang ditimbulkan atas kedatangan terdakwa akan tetapi sebagai seharusnya memahami dampak kerumunan, tidak perlu mengkambinghitamkan Menko Polhukam Mahfud Md sebagai menghasut atas kerumunan tersebut," kata Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/3/2021).

Jaksa menyebut, kerumunan terjadi justru atas kedatangan Rizieq Shihab. "Kedatangan terdakwa akibatkan kerumunan luar biasa baik di Bandara Soekarno-Hatta atau kegiatan terdakwa di beberapa tempat," ujar dia.

Rizieq Shihab menyinggung nama Menko Polhukam Mahfud Md

Rizieq Shihab menyapa massa pendukungnya saat tiba di kediamannya di Jalan Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Rizieq Shihab tiba di kediamannya usai pulang dari Arab Saudi. (merdeka.com/Imam Buhori)
Rizieq Shihab menyapa massa pendukungnya saat tiba di kediamannya di Jalan Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Rizieq Shihab tiba di kediamannya usai pulang dari Arab Saudi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, mantan pentolan FPI Rizieq Shihab menyinggung nama Menko Polhukam Mahfud Md saat membacakan nota keberatan atau eksepsi dalam sidang dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Rizieq heran kerumunan massa di Bandara Soekarno-Hatta saat kepulangan dirinya dari Arab Saudi pada 10 November 2020 tidak diproses hukum.

Padahal, menurut Rizieq, kerumunan tersebut jauh lebih banyak daripada saat acara pernikahan anaknya sekaligus Maulid Nabi Muhammad di Petamburan. Dia mengatakan massa berbondong-bondong ke Bandara Soetta akibat dari pengumunan yang disampaikan oleh Mahfud.

"Ledakan jumlah massa penjemput di bandara adalah akibat dari pengumuman kepulangan saya dari Saudi yang diumumkan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud Md di semua media TV nasional sambil mempersilakan massa datang untuk menjemput," kata Rizieq saat membacakan eksepsi di PN Jakarta Timur, Jumat 26 Maret 2021.

Dia berdalih kerumunan di bandara itu sama sekali tidak menerapkan protokol kesehatan. Jika dibandingkan kerumunan di Petamburan yang diklaim sudah menerapkan prokes, tapi tidak sengaja terjadi pelanggaran.

"Anehnya, kerumunan bandara yang tanpa protokol kesehatan tidak pernah diproses hukum, dan Menko Polhukam Mahfud Md yang mengumumkan dan mempersilakan massa untuk datang ke bandara, tidak dituduh sebagai penghasut kerumunan," ujar dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: