Jaksa Sita Rumah dan Tanah Terpidana Korupsi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat telah menyita sebuah rumah dan tanah milik Benny Tjokrosaputro terpidana perkara korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) PT. Asuransi Jiwasraya Tahun 2008-2018.

"Selasa tanggal 12 Juli 2022, Jaksa Eksekutor Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melaksanakan sita eksekusi terhadap barang bukti milik Terpidana Benny Tjokrosaputro," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakarta Pusat, Bani Immanuel Ginting dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (13/7).

Pelaksanaan sita eksekusi tersebut sebagaimana Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2937 K/PID.SUS/2021 tanggal 24 Agustus 2021 terkait hukuman tambahan uang pengganti terhadap Benny Tjokrosaputro dan Surat Perintah Kepala Kejari Jakarta Pusat tentang pencarian harta benda milik Terpidana, Print-734/M.1.10/Fu.1/09/2021 tanggal 29 September 2021.

Adapun barang yang dilakukan sita eksekusi yakni berupa, satu rumah tinggal di Jl. Patra Kuningan XI d/a Jl. Kuningan Timur 1 No. 2 RT.006/04 Blok L/12, Kel. Kuningan Timur, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan dengan luas tanah 1.108 M2.

"Atas nama pemegang hak Benny Tjokrosaputro sesuai sertifikat Hak Milik Nomor: 371 yang diterbitkan pada tanggal 12 Desember 2007 terdaftar pada Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Selatan," kata Bani.

Selain rumah, ada juga tanah dan bangunan milik Benny Tjokrosaputro yang juga disita di Jalan Pandeglang Nomor, 41 Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

"Pelaksanaan sita eksekusi selesai sekitar pukul 16.00 WIB dengan aman dan lancar selanjutnya terhadap barang bukti yang dilakukan sita eksekusi tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Bani.

Sekedar informasi, aset-aset yang telah disita nantinya akan dirampas untuk kemudian dilelang sebagai bentuk ganti rugi kerugian yang dialami negara akibat kasus korupsi tersebut.

Kasus korupsi Asuransi Jiwasraya Benny telah divonis penjara seumur hidup bersama dengan aktor utama Heru Hidayat. Selain itu, Benny juga divonis pidana tambahan berupa uang pengganti Rp6 triliun sementara Heru harus membayar Rp10 triliun.

Pidana tambahan tersebut dijatuhkan majelis hakim guna mengganti kerugian negara yang dalam kasus ini sesuai catatan penelusuran investigasi BPK mencapai Rp16,80 triliun.

Di samping kasus Jiwasraya, Benny dan Heru juga terlibat dalam mega korupsi lain yakni kasus dugaan korupsi di PT ASABRI dengan kerugian negara hingga Rp22,78 triliun. Dalam perkara ini, Benny belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. Sedangkan Heru Hidayat telah divonis nihil. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel