Jaksa Tunggu Salinan Putusan Kasus Asian Agri

Jakarta (ANTARA) - Kejaksaan Agung masih menunggu salinan putusan kasasi Mahkamah Agung yang memerintahkan 14 perusahaan dalam Asian Agri Group membayar denda dua kali pajak terhutang yang totalnya bernilai Rp2,520 triliun.

"Kita masih tunggu petikan putusannya dulu," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Untuk mengeksekusi putusan hukuman denda itu, Kapuspenkum Setia Untung belum dapat menjelaskan mekanisme eksekusinya. Hal itu karena, menurut Setia Untung, Kejaksaan perlu membaca secara keseluruhan isi putusan tersebut, untuk kemudian menindaklanjuti putusan tersebut sebagai eksekutor.

"Belum, kami harus baca isi lengkap putusannya dulu," kata Untung.

Majelis Kasasi Mahkamah Agung yang diketuai oleh Djoko Sarwoko mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum pada 18 Desember 2012 terkait kasus kejahatan pajak yang dilakukan mantan manajer pajak Asian Agri Suwir Laut alias Liu Che Sui.

Majelis menjerat Suwir dengan Pasal 39 ayat 1 Undang-undang tentang Perpajakan.

Akibatnya, dia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dengan masa percobaan selama tiga tahun.

Majelis Kasasi menyatakan Suwir Laut terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena menyampaikan surat pemberitahuan dan/ atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap secara berlanjut.

Suwir Laut, menurut Majelis, mengisi data palsu dalam penghitungan pajak 14 perusahaan selama empat tahun berturut-turut, membuat perusahaan tidak membayar pajak sesuai kewajiban yang sebenarnya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.