Jaksa Ungkap Guru Ngaji Cabul Sering Buka Video Artis Tengah Malam

Merdeka.com - Merdeka.com - Guru ngaji, MMS (69) yang diduga melakukan pencabulan kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Depok. Agenda sidang yaitu menghadirkan saksi ahli sebanyak tiga orang. Saksi ahli dihadirkan oleh JPU. Dalam kasus ini, Kepala Kejaksaan Negeri Depok Mia Banulita turun langsung sebagai JPU.

Kepala Seksi Intelijen Andi Rio R. Rahmatu mengatakan, saksi ahli yang dihadirkan berasal dari RS Polri. Saksi ahli yang dihadirkan adalah Anggia Widyasari, Niken Budi dan Kesty Rama Danty.

"Mereka adalah ahli dari keilmuan kedokteran yang memberikan keterangan sesuai mendukung dengan apa yang telah didakwakan oleh JPU," katanya, Senin (30/5).

Jaksa juga membuka rekam jejak digital yang dilihat dari ponsel terdakwa. Jaksa mengungkapkan bahwa terdakwa kerap membuka video artis seksi saat tengah malam. Salah satunya video berjudul tato sexy Celine Evangelista.

"Dari pemeriksaan terdakwa mengakui bahwa telah melakukan seluruh perbuatan sebagaimana dakwaan jaksa dan terdakwa menyesali perbuatannya," ujar dia.

Dalam persidangan, tim jaksa memaparkan jejak digital yang terdakwa lakukan. Diketahui ada jejak penulusuran situs-situs video seksi dari artis.

Rekam jejak itu didapat dari hasil penelusuran dari ponsel MMS. Jaksa menyebutkan, MMS didakwa telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (4) Jo pasal 76 E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 ayat I KUHP.

Sidang lanjutan kasus ini akan digelar dua pekan lagi. Agenda sidang adalah pembacaan tuntutan yang akan digelar 13 Juni 2022. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel