Jaksel gelar sosialisasi cegah pungli di pemakaman

Tim Unit Pemberantasan Pungutan Liar Kota Administrasi Jakarta Selatan (UPPL Jaksel) menggelar sosialisasi pencegahan pungutan liar (pungli) di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.

"Dari kegiatan ini, semoga pemungutan liar itu bisa diminimalisir, syukur-syukur bisa nol," kata Inspektur Pembantu Bidang Investigasi Inspektorat DKI Jakarta Nirwan Nawawi, di Jakarta, Selasa.

Nirwan mengatakan sosialisasi ini bisa mengurangi pemungutan liar yang sudah menjadi hal lumrah di pelayanan masyarakat bidang pemakaman.

Dikatakan pula, masyarakat tidak bisa terlepas dari budaya pemberian terkait gratifikasi yang sering ditemui Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP).

Ia menyebut, ada gratifikasi yang diperbolehkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni dalam acara perkawinan dengan batasan maksimal satu juta, tetapi dalam pekerjaan hal tersebut tak bisa dikompromi.

Baca juga: PJLP dan ASN Jakarta Barat diingatkan tak lakukan pungli di TPU

Sementara itu, Kasipidsus Kejari Jakarta Selatan Much Arief Abdilah menambahkan pungutan liar ini bisa memberikan citra buruk.

Hal itu karena ditakutkan akan tersemat ke seluruh perangkat pemerintahan jika praktik korupsi ditemukan oleh pihak berwajib sehingga bisa membuat malu kelembagaan.

Arief menyampaikan bahwa pelayanan pemakaman terbilang gratis sehingga harus secara maksimal melayani kepada masyarakat luas.

"Pelayanan pemakaman gratis dan tidak dipungut biaya. Kita ubah itu dan berikan pelayanan secara maksimal, ikhlas dan benar. Hindari hal yg menyebabkan suatu tindak pidana," tuturnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan.

Baca juga: MAKI laporkan dugaan pungli oknum pejabat Kemenkuham

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel