Jaksel imbau orang tua tingkatkan pola asuh untuk turunkan tengkes

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengimbau orang tua meningkatkan pola asuh guna penurunan tengkes (stunting) di Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan.

"Masalah gizi di Petukangan Utara bisa saja karena keterbatasan pengetahuan orang tua tentang pola asuh yang baik dan benar," kata Wakil Camat Pesanggrahan Putut Puji Linangkung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Putut menuturkan ada sejumlah hal yang lalai diperhatikan orang tua kepada anaknya, mulai dari pemberian makanan tidak sesuai dengan gizi seimbang, sanitasi, rata-rata orang tua perokok aktif dan ekonomi keluarga.

Karena itu, pihaknya membutuhkan peran semua jajaran maupun masyarakat melalui kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat dengan cara mengajarkan dan mengubah pola asuh balita.

Untuk meningkatkan komitmen penurunan tengkes ini, Kecamatan Pesanggrahan membentuk Penggalangan Komitmen Pelita Kuning (Pesanggrahan Peduli Balita Kurangi Stunting) dan Kelompok Peduli Gizi (KPG) Permata Bergizi (Pembuatan dan Pemberian Makanan Balita Bergizi).

Harapannya, pembentukan komitmen ini terus berkelanjutan sehingga dapat membantu menekan dan mencegah angka tengkes agar anak bisa tumbuh sehat.

"Untuk kegiatan KPG yang terlibat adalah kelurahan, Puskesmas kecamatan dan kelurahan, kader Posyandu, Poktan Teman Pilah dan bantuan Baznas-BAZIS Jakarta Selatan," katanya.

Baca juga: Pemkot Jaksel ajak orang tua tingkatkan pengolahan gizi cegah tengkes

Baca juga: Pemkot Jaksel bentuk Kelompok Peduli Gizi untuk cegah tengkes

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan meningkatkan sistem manajemen data guna menekan tengkes agar terintegrasi.

Dalam kegiatan Aksi 6, yaitu Manajemen Data Pencatatan dan Pelaporan Terkait Stunting, pemerintah kota menyatakan serius menekan kasus tengkes yang kerap diidap anak di bawah lima tahun (balita).

Aksi 6 ini merupakan lanjutan rangkaian kegiatan yang dimulai dari Aksi 1 Analisa Situasi, Aksi 2 Pembahasan dan Penyusunan RAD Stunting, Aksi 3 Rembuk Stunting, Aksi 4 Penyusunan Peraturan Daerah Terkait Stunting dan Aksi 5 Pembinaan Kader Pembangunan Manusia.