Jakut dorong warga jadi inisiator pengendalian dampak perubahan iklim

Pemerintah Kota Jakarta Utara mendorong warga menjadi inisiator sejumlah gerakan adaptasi dan mitigasi wilayah untuk pengendalian dampak perubahan iklim yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim).

Seperti di lingkungan RW 03 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, Tim Verifikator ProKlim Kementerian LHK, Yadi Suryadi, dalam keterangannya mengatakan sudah ada warga yang mendaftarkan sendiri kegiatan pengendalian perubahan iklim di wilayah RW 03 Semper Barat dalam jaringan sistem registrasi nasional srn.menlhk.go.id.

Yadi mengatakan sangat menghargai upaya di RW 03 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara tersebut.

"Ini merupakan prestasi karena tidak mudah membangun kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan hidup," katanya.

Adapun untuk pelaksanaan ProKlim, warga mendaftarkan gerakan adaptasi yang sudah dilakukan di lingkungan RW 03 Semper Barat antara lain mempermanenkan pemanfaatan air hujan untuk menyiram tanaman, kolam ikan di setiap RT, membuat lubang resapan biopori, penggunaan air AC dan cucian beras, pembatasan pemakaian air, peringatan dini atau alarm kebencanaan, dan lainnya.

Sedangkan kegiatan mitigasi perubahan iklim yaitu pengelolaan sampah, limbah padat dan cair, pilah sampah mandiri (skala rumah tangga), sedekah minyak jelantah, penggunaan gas elpiji, lampu hemat energi, pencahayaan alami/ventilasi cahaya, pembuatan pupuk kompos dan budidaya maggot, penggunaan pupuk kompos, eco enzyme, dan sebagainya.

Ketua RW 03 Semper Barat Sainan mengatakan kegiatan warga tersebut berangkat dari komitmen bersama untuk menata lingkungan mereka menjadi bersih, indah, dan nyaman.

Kekuatan sinergi itu yang membawa lingkungan RW 03 Semper Barat memenuhi klasifikasi untuk dimasukkan ke dalam tahapan verifikasi lapangan Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat Nasional Tahun 2022.

"Masyarakat RW 03 Semper Barat sudah melakukan banyak hal dalam penerapan ProKlim, terutama di kegiatan adaptasi dan mitigasi sebagai antisipasi perubahan iklim. Sehingga pergerakan dapat terus berjalan dan berkelanjutan," ujar Sainan saat memaparkan ProKlim RW 03 di Aula Gedung Tjetje Rahman, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jumat.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan inisiatif gerakan adaptasi dan mitigasi wilayah untuk program pengendalian dampak perubahan iklim dapat berupa apa saja, termasuk dengan tidak membuang air limbah langsung ke laut.

Menurut Ali, perilaku membuang air kotor ke laut itu dapat merugikan, salah satunya menyebabkan kebocoran tanggul saat datangnya air pasang, yang dapat membuat masyarakat rugi sendiri karena rumahnya terendam.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Jakarta Utara sudah memfasilitasi wilayah pemukiman yang langsung berhadapan dengan laut dengan tanggul, seperti di Penjaringan dan Cilincing, untuk membantu mengantisipasi datangnya banjir air pasang air laut atau rob yang kerap terjadi di Jakarta Utara.

Tapi untuk kepentingan sendiri, kata Ali, masih ada warga membolongi tanggul untuk pembuangan air kotornya.

Ali mengatakan Forum Koordinasi Pimpinan Kota Jakarta Utara sudah mencoba menyosialisasikan kepada masyarakat supaya air kotor dari rumah disalurkan saja ke saluran pemukiman yang ada, tanpa perlu membolongi tanggul, saat meninjau tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (11/8).

Kegiatan itu sekaligus untuk mengecek hasil perbaikan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara terhadap tanggul yang bocor tersebut. Saat ini masih ada satu titik lagi yang dalam proses penanganan perbaikan, di daerah Cilincing.

"Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan itu bisa mengantisipasi kalau nanti terjadi rob, khususnya terjadi saat bulan sedang tinggi atau bulan purnama. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menjaga tanggul sebaik-baiknya," kata Ali.
Baca juga: Camat Jagakarsa terjunkan petugas tangani banjir di Tanjung Barat
Baca juga: Bendungan Katulampa Bogor siaga 3 banjir Jakarta malam ini
Baca juga: Mahasiswa ITB ciptakan konsep rumah apung untuk banjir Jakarta