Jalan Desa di Cugenang Terputus, Pencarian Korban Gempa Cianjur Terkendala

Merdeka.com - Merdeka.com - Desa Cibeureum di Kecamatan Cugenang menjadi salah satu lokasi paling terdampak Gempa Cianjur. Proses pencarian dan evakuasi korban dari wilayah ini serta distribusi bantuan terkendala akibat akses jalan yang terputus.

Berdasarkan pantauan, banyak rumah warga yang roboh di desa itu. Masyarakat bergotong-royong merapikan puing-puing material bangunan dibantu beberapa relawan. Tak sedikit dari mereka yang terluka.

Seorang relawan, Iwan Hermawan menyebut bahwa warga di Desa Cibeureum belum mendapatkan bantuan maksimal, karena akses jalan terputus. Untuk mendatangi lokasi, jalur yang ditempuh harus memutar melalui jalan alternatif yang lumayan memakan waktu. Rutenya melalui Cikalong, perkebunan sawit, taman bunga Cipanas lalu masuk ke Cibeureum Kaler.

Padahal saat ini warga butuh banyak suplai makanan dan obat-obatan. Belum lagi evakuasi korban pun masih menggunakan peralatan seadanya.

"Sekarang masih evakuasi pengambilan jenazah. Tertimbun. Kami butuh sembako sama selimut dan obat-obatan," kata dia.

16 Anjing Pelacak Dikerahkan

Sementara itu, Polda Jabar dibantu Mabes Polri menurunkan anjing K9 untuk melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun. Mereka diarahkan ke lokasi yang darurat dan terpencil.

"Total ada 16 ekor anjing (pelacak) yang diturunkan gabungan dari Polda Jabar dan Mabes Polri," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Proses evakuasi sudah dilakukan sejak Senin (21/11). Evakuasi sempat dihentikan karena terjadi gempa susulan ditambah minimnya penerangan.

"Sementara ini terdeteksi 40 KK menjadi korban yang tertimbun longsor di Kecamatan Cugenang," ucap dia.

Data Kerusakan

Pihak kepolisian juga mendata sejumlah fasilitas yang rusak, di antaranya Markas Polres Cianjur yang tingkat kerusakannya cukup parah. Selain itu, berdasarkan data sementara, kerusakan rumah dan bangunan dari bencana itu mencapai 2.345 unit, termasuk kerusakan fasilitas umum seperti Infrastruktur dua jembatan dan Jalan, Bangunan Sekolah, di Unsur, Smanda, SD Ibu Dewi, SMK Medik, Ponpes Al-Muhammadiyah, Ponpes Al-Ujlah, MAN 2 Cianjur, STAI Al-Azhari, SMP 1 Cianjur, Lembaga Pendidikan Desa Benjot, fasilitas kesehatan di RSUD Cianjur, RS Dr. Hafidz, Puskesmas Cugenang, dan BKPM.

Tak hanya itu, gedung perkantoran BPBD, PUTR, Lapas Cianjur, Kejaksaan, Polres Cianjur, KONI, Dinsos, dan Kantor PCNU, Masjid Dekranasda, Masjid Desa Benjot, Masjid Desa Cikancana pun mengalami kerusakan.

"Jangkauan gempa di Cianjur itu 10 km Barat daya Kabupaten Cianjur, 15 km Timur laut Kota Sukabumi, 39 km tenggara Kota Bogor, 63 km Barat Laut Bandung dan 78 km Tenggara Jakarta," ujar Ibrahim.

Selain melakukan operasi kemanusiaan, personel kepolisian yang dikirimkan ditugaskan juga untuk lakukan pengawasan, khususnya rumah yang ditinggalkan warga untuk mengungsi.

Polda Jabar mendirikan beberapa dapur umum di sejumlah tempat untuk membantu korban yang berada di pengungsian. Sejauh ini ada tiga dapur umum yang sudah berdiri. Setiap satu dapur bisa memproduksi seribu makanan per hari.

[yan]