Jalan Kaki ke Senayan, Ketua FPKS Ikut Digeladah Pamdal

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tampil sederhana membuat Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR TB Soemandjaja memiliki pengalaman langka. Soeman pun memiliki banyak kejadian ketika dengan pengamanan dalam (Pamdal) DPR ketika berjalan kaki menuju Gedung DPR.

Ia sempat digeledah oleh Pamdal saat masuk ke Gedung DPR melalui pintu depan. Saat itu, Pamdal langsung menggeledah tas ransel yang dibawanya. Padahal, ia telah menyerahkan kartu identitas anggota DPR. "Saat Pamdal membaca bahwa saya anggota DPR, ia langsung memberi hormat," tuturnya.
Saat ia akan keluar dari Gedung DPR melalui pintu belakang, ia dikejar Pamdal karena curiga. Saat ia memberikan kartu identitas, Pamdal tidak percaya. Bahkan, Suman dibawa ke kantor Pamdal. "Saya langsung bilang siapa komandan kamu, baca dulu kartu identitas saya, akhirnya mereka minta maaf," tuturnya.

Di lain waktu ia juga ditanya Pamdal ingin bertemua siapa. Ketika mengetahui, Soeman Anggota DPR, Pamdal tersebut malah bertanya mengapa ia memilih jalan kaki ke DPR. "Saya bilang itu pilihah," katanya.

Mengenai gaya hidup glamour politisi Senayan, ia tidak berpikiran negatif. Soeman mengatakan banyak anggota DPR yang berpenghasilan diatas rata-rata sebelum terpilih. Sehingga untuk menaiki angkutan umum itu hanya pilihan. "Rumah saya juga tidak pakai AC dan anak-anak saya pakai angkutan umum kalau ke sekolah," tuturnya.

Ia menyarankan kepada pemerintah mengenai kereta api agar sepadan rel kereta api terbebas dari tempat tinggal dan tempat bisnis. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Sementara untuk moda transportasi umum perlu dilakukan pengendalian jumlah kendaraan. Lalu transportasi umum yang nyaman serta bersinergi antar jenis angkutan massal. "Ketepatan waktu angkutan umum yang harus diperhatikan," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.