Jalan Pemukiman Elite di Depok Kembali Mulus, Malah Dipakai Balap Liar

Bayu Nugraha, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejumlah warga mulai diresahkan dengan adanya aksi balap liar yang belakangan kerap terjadi di Jalan Boulevard, kawasan elite Grand Depok City (GDC), Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Tak hanya resah dengan suara bising dan aksi kebut-kebutan para pengendara motor, aksi balap liar juga telah menyebabkan kecelakaan. Hal itu diungkapkan oleh salah satu petugas keamanan setempat, Jamal.

“Ini (balap liar) meresahkan ya, sering terjadi kecelakaan. Belum lama itu ada cewek ketabrak, enggak tahu deh selamat atau gimana,” katanya pada wartawan, Senin 1 Februari 2021.

Ia menuturkan, aksi balap liar terjadi sejak Jalan Boulevard kembali mulus usai diperbaiki. “Biasanya paling sering malam Minggu sama sore. Balap liar terjadi sejak jalan ini mulus,” ujarnya.

Untuk membubarkan aksi balap liar, warga pun mulai melakukan penjagaan di sekitar lokasi. Bahkan, sejumlah spanduk berisi peringatan dan larangan balap liar telah dipasang di sekitar jalan tersebut.

“Sejak kejadian pengurus (warga) pada komplain, makanya dipasang spanduk ini. Kami berharap dengan adanya spanduk ini tidak ada balap liar,” tutur Jamal.

Ia mengaku, spanduk berisi peringatan itu terbukti ampuh untuk mencegah adanya aksi balap liar. “Ia sejak dipasang ini (spanduk) agak sepi. Kemarin ada yang balapan kita paranin (datangi) pada kabur semua. Kalau ada yang tetap balapan akan kita laporkan ke pengurus lingkungan atau aparat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, M. Indra Waspada mengakui, bahwa ada laporan terkait balap liar di sekitar kawasan GDC.

“Terkait hal itu kami sudah berkoordinasi dengan Polsek setempat, mulai Minggu kemarin kita melaksanakan patroli skala besar untuk mengantisipasi kegiatan balap liar,” katanya

Pria yang akrab disapa Indra itu mengatakan, selain berpotensi menimbukan terjadinya pidana dan kecelakaan, balap liar akan berdampak dengan kerumanan massa dan itu memicu terjadinnya penyebaran COVID-19.

“Sekali lagi kami juga mengimbau pada masyarakat agar tidak main hakim sendiri, silahkan bila menemukan adanya kegiatan balap liar, segera laporkan pada Polsek setempat atau pun Polres,” ucapnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan, pelaku balap liar dapat diancam dengan sanksi pidana. “Jadi bila nanti kita menemukan adanya kegiatan balap liar di lokasi tersebut, tentunya kendaraan akan kami amankan,” katanya.

Hal itu, kata Indra, sesuai dengan program 100 hari kerja Kapolri, Jenderal Listyo Sigit dan instruksi Direktorat Lalu Lintas.

“Berdasarkan perintah dari Dirlantas, apabila menemukan pelanggaran yang menyebabkan korban meninggal dunia, dalam hal ini berkaitan dengan balap liar dan meresahkan masyarakat, kami siap melaksanakan penindakan balap liar tersebut,” ujarnya.

Kemudian, untuk mencegah adanya aksi balap liar, Polisi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok berencana memasang penahan batas kecepatan.

“Dalam hal ini bahasa awamnya polisi tidur, atau pita kejut. Insya Allah kita akan lakukan pemasangan di awal bulan depan,” katanya.

Baca juga: Pria Bugil Nekat Masturbasi di Jalan Prapanca Bikin Heboh