Jalan Rusak, Pertamina Alihkan Stasiun Pengisian Gas Elpiji Untuk Kaltara

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tarakan - Akibat kondisi jalanan yang rusak di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), suplai gas elpiji ke Kalimantan Utara (Kaltara) alami gangguan. Pertamina kemudian mengalihkan suplai elpiji 3 kilogram dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Sanggata menjadi SPPBE di Samarinda.

Hal itu dilakukan demi memastikan kebutuhan masyarakat akan elpiji 3 kilogram di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan tetap dapat terpenuhi dengan baik yang didistribusikan oleh 4 agen elpiji dan 120 pangkalan. Total ada sekitar 14 ribu tabung elpiji 3 kilogram yang dialihkan suplainya.

"Setelah melihat dari sisi aspek safety, kita memutuskan untuk menggunakan suplai alternatif. Dengan adanya pengalihan ini waktu tempuh dan jarak menjadi lebih lama dibandingkan dari titik suplai regular. Perjalanan memakan waktu sekitar 1-2 hari sedangkan dari Sangatta saat normal sekitar 15-18 jam saja," ujar Unit Manager Comm, Rel dan CSR MOR Vl, Susanto August Satria, Sabtu (20/3/2021).

Namun, penyuplaian sudah berlangsung secara normal sejak Jumat (19/3/2021) kemarin, dengan dibantu oleh suplai dari SPPBE Samarinda selain dari Sangatta.

“Agen di Tanjung Selor sudah mendistribusikan ke 120 Pangkalan secara normal kembali. Jadi masyarakat dapat membeli elpiji 3 kilogram seperti biasa. Kami harap pula warga untuk tidak panic buying, keterlambatan ini disebabkan faktor cuaca dan jalanan rusak di Sangkulirang yang mengakibatkan truk agen terhambat ke SPPBE Sangatta,” katanya.

Waktu operasional SPPBE di Samarinda dan Sangatta juga ditambah dengan tetap melalukan operasional di hari Minggu untuk mengoptimalkan suplai ke Tanjung Selor.

Satria, menambahkan bahwa Pertamina memiliki varian elpiji yang kualitasnya sangat terjamin, harga terjangkau dan warna yang sangat cantik yaitu elpiji bright gas.

“Elpiji Bright Gas memiliki tiga varian yaitu 5.5 kilogram, 12 kilogram, dan bright gas can 220 gram. Kami tidak berhenti mengimbau kepada masyarakat mampu untuk menggunakan produk Bright Gas ini, tidak menggunakan Elpiji subsidi 3 kilogram,” tuturnya.

Pertamina, sambungnya, senantiasa mengoptimalkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan BBM dan elpiji untuk masyarakat. Partisipasi aktif dari masyarakat sangat bermanfaat untuk meningkatkan performa layanan Pertamina dengan menghubungi call center, baik telepon maupun email.

Simak Juga Video Pilihan Berikut