Jalan Terjal Pembalap Indonesia Menuju MotoGP

Muhamad Fadli Ramadan
·Bacaan 3 menit

MotoGP merupakan impian terbesar seluruh pembalap roda dua di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Ada beberapa nama pembalap Indonesia yang sebenarnya sudah meramaikan ajang balap kelas dunia tersebut, tapi di kasta kedua atau di Moto2.

Tetapi, level mereka terlihat sangat tertinggal jauh dari pembalap-pembalap dari negara lain, khususnya Spanyol dan Italia.

Terbaru ada Andi Farid Izdihar atau yang biasa disapa Andi Gilang. Pada 2020, ia turun di Moto2 bersama Honda Team Asia. Pencapaian terbaiknya adalah finis di urutan ke-18 pada Grand Prix Europa.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan pembalap Indonesia kalah saing dengan rider Eropa adalah minimnya dukungan dari seluruh pihak.

Sebenarnya ini juga terjadi di beberapa negara, termasuk Australia. Sekadar informasi, Casey Stoner harus berguru ke benua Eropa untuk meningkatkan kemampuannya.

Mantan pembalap Indonesia yang pernah satu trek dengan Valentino Rossi, Ahmad Jayadi, mengatakan seluruh pihak harus bersatu dan bekerja sama demi meningkatkan kualitas pembalap-pembalap Indonesia.

Pembalap yang dijuluki Raja Sentul itu juga berpendapat pemerintah harus memberi dukungan penuh dan membuka jalan bagi mereka yang berprestasi untuk mengasah kemampuannya di Eropa.

Pasalnya, salah satu cara untuk bisa tampil cepat di ajang balap internasiolal sekelas MotoGP, harus bisa beradaptasi dengan budaya dan cuaca benua biru.

“Saya berharap IMI dan promotor balap duduk bareng dengan para pelaku dunia balap. Saya yakin ketika sebuah event dikelola dengan sungguh-sungguh dan tujuannya benar, maka akan meningkat kualitasnya, baik pembalap dan pihak penyelenggaranya,” ujar Jayadi.

Saat ini, Honda menjadi satu-satunya pabrikan yang serius mengembangkan talenta-talenta Indonesia dan mencoba membawa mereka meraih kesuksesan di ajang internasional.

Baca Juga:

Resmi: Mandalika Racing Team Indonesia Kolaborasi dengan SAG Team di Moto2 Dorna Anggap Indonesia Pasar Penting MotoGP Menpora Optimistis Indonesia Bisa Gelar MotoGP 2021

Namun, Jayadi mengatakan itu saja tidak cukup. Ia ingin pihak-pihak yang memiliki tujuan mengembangkan talenta muda bisa meniru cara kerja negara-negara lain yang sukses di dunia balap. Ia yakin itu dapat memajukan industri balap di Indonesia.

“Sebenarnya, baik dari potensi pembalap dan keuangan negara kita sangat bisa untuk membuat dunia balap semakin maju. Asal pemerintah benar-benar memberikan jalan bagi kami untuk bisa berkarier di ajang internasional,” Jayadi mengungkapkan.

Ahmad Jayadi memberi saran kepada para pembalap muda Indonesia untuk terus berlatih dan menerapkan hidup disiplin karena itu akan membawa mereka kepada kesuksesan.

“Untuk generasi penerus, mereka beruntung bisa lahir di era ini. Pasalnya, pabrikan sudah sangat serius. Tidak seperti di era saya, ditambah krisis moneter pada 1998, mengharuskan kami harus memulai dari awal,” ujar Jayadi.

Salah satu pembalap Indonesia yang pernah turun di kelas 250cc (saat ini Moto2), Doni Tata Pradita, melihat Indonesia masih jauh dari harapan untuk turun di MotoGP.

“Jika melihat kondisi saat ini, Indonesia belum siap seperti negara-negara lainnya. Ada banyak faktor yang harus di lakukan,” kata Doni Tata.

Baru-baru ini harapan muncul ketika Indonesia memutuskan untuk terjun di Moto2 sebagai sponsor utama SAG Team, dengan nama Indonesia Racing Team.

Diharapkan itu menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk membawa pembalap-pembalap Tanah Air berlaga di ajang balap tertinggi di masa depan.