Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung pecahkan rekor MURI

Kelik Dewanto

Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung atau Terpeka memecahkan rekor Pembangunan Tol Terpanjang dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo mengatakan ruas Tol Terpeka akan membawa dampak positif terutama terhadap mobilitas masyarakat di Sumatera dan mempercepat distribusi barang plus biaya terjangkau.

"Setelah diresmikan, maka Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung ini sudah dapat dilalui masyarakat," kata Bintang Perbowo di Simpang Pematang, Lampung, Jumat.

Baca juga: Presiden sebut Lampung-Palembang segera tersambung dengan jalan tol

Selain membuka akses darat dari Lampung ke Palembang dan sebaliknya, ruas tol tersebut juga mampu menggerakkan pertumbuhan perekonomian.

"Masyarakat di Lampung dan Palembang sangat menunggu jalan tol ini segera digunakan, sehingga mampu menempuh jarak Palembang ke Lampung hingga Bakauheni lebih singkat," ujarnya.

Jalan Tol Trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung akan melengkapi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah beroperasi sejak bulan lalu.

Ruas tol ini secara keseluruhan berjarak 189 kilometer yang membentang dari Lampung hingga Sumatera Selatan.

Tol ini terbagi atas dua seksi yakni Seksi I ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang sejauh 112 km dan Seksi II ruas Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 77 km.

Tol Terpeka memiliki 17 jembatan, 6 simpang susun dan 23 underpass yang akan memperlancar aksesibilitas serta perjalanan dari dan menuju ke arah Palembang, Sumatera Selatan.

Tol dengan jalur utama selebar 3,6 meter untuk tiap lajur ini dilengkapi dengan enam gerbang tol (GT) yaitu Gunung Batin di Km 26, Menggala Km 43, GT Lambu Kibang Km 61, GT Way Kenanga Km 77, GT Simpang Pematang Km 99, dan GT Kayu Agung Km 188.

Para pengguna jalan nantinya bisa beristirahat di sembilan tempat istirahat yang tersebar di sepanjang Tol Terpeka, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.

Terdapat lima tempat istirahat di jalur yang mengarah ke Kayu Agung, dan empat sisanya untuk arah ke Terbanggi.

Baca juga: Menteri PUPR: Keberadaan tol di Sumatera tekan biaya logistik
Baca juga: PUPR berharap Tol Trans Sumatera tersambung semua pada 2024