Jalani Kemoterapi, Ari Lasso Pangkas Habis Rambutnya Hingga Gundul

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Ari Lasso saat ini tengah berjuang melawan penyakitnya. Ari Lasso diketahui mengidap penyakit langka yaitu kanker limfoma.

Ari Lasso kemudian harus menjalani rangkaian pengobatan kemoterapi. Di tengah perjuangannya itu Ari Lasso menunjukkan perkembangannya.

Melalui unggahan di Instagram-nya, diketahui bahwa mantan vokalis Dewa 19 itu sudah menjalani kemoterapi yang ketiga.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Separuh Jalan

Ari Lasso. (Instagram/@ari_lasso)
Ari Lasso. (Instagram/@ari_lasso)

Ari Lasso sempat mengatakan bahwa ia akan menjalani enam kali proses kemoterapi. Artinya ini sudah separuh proses yang ia tempuh.

"Memberanikan diri posting. Sudah ke 3 sudah separuh jalan, bisa menjalani tentu karena penyertaan TUHAN dan doa serta suport kalian smua. 鉂わ笍," tulis Ari Lasso pada Selasa (15/11/2021).

Gundul

Jalani Kemoterapi, Ari Lasso Pangkas Habis Rambutnya Hingga Gundul. (instagram.com/ari_lasso)
Jalani Kemoterapi, Ari Lasso Pangkas Habis Rambutnya Hingga Gundul. (instagram.com/ari_lasso)

Dalam potret tersebut, tampak Ari Lasso mengenakan penutup kepala. Rupanya, Ari Lasso memang sudah memangkas habis rambutnya hingga gundul. Kendati demikian, ia meyakini bahwa dirinya masih bisa gondrong kembali.

"Ya, sy sudah gundul sperti @ahmaddhaniofficial @mastercorbuzier @duniamanji, tapi saya yakin msh bisa tumbuh n gondrong lagi," tambahnya.

Terima Kasih

Ari Lasso. (Foto: Instagram @ari_lasso)
Ari Lasso. (Foto: Instagram @ari_lasso)

Menutup unggahannya, Ari Lasso menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan kepadanya hingga saat ini.

"Trimakasih doanya teman2 love u full !!! Tuhan membalas 鉂わ笍馃檹馃徏 #arilasso #alassgundul #alas2021," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel