Jalani Operasi, Begini Kondisi Memilukan Maharatu Bulutangkis Dunia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kabar buruk menyelimuti maharatu bulutangkis dunia, Carolina Marin. Ia dipastikan gagal mempertahankan gelar juara di Olimpiade Tokyo nanti.

Melansir dari situs resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), pemain asal Spanyol itu memutuskan mundur dari Olimpiade 2020 Tokyo.

Pemegang tiga gelar juara dunia dan juara Olimpiade 2016 itu seharusnya tampil di Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus 2021. Dia menempati peringkat empat ranking race to Tokyo nomor tunggal putri.

Meski demikian, kurang dari dua bulan jelang multievent empat tahunan itu, pebulutangkis berusia 27 tahun tersebut menyampaikan mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament dan meniskus di lutut kirinya.

Alhasil, ia pun terpaksa harus segera naik menja operasi dan pemulihan. Tentu ini menjadi kerugian besar bagi Marin.

Petaka Senayan

Bak kisah lama terulang kembali, cedera yang dialami Marin pernah terjadi dua tahun lalu. Diduga kuat cedera yang dialami saat ini persis seperti waktu itu.

VIVA Bulutangkis mencatat, Indonesia Masters menyisakan kisah pilu perjalanan karier Marin di 2019. Bagaimana tidak, dari turnamen ini kariernya hancur.

Petaka menimpa Marin di Indonesia Masters 2019. Ia harus absen kurang lebih tujuh bulan di semua ajang bulutangkis dunia. Marin mengalami cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) saat bertarungan dengan pebulutangkis India, Saina Nehwal di final Indonesia Masters bulan Januari.

Kala itu, Marin baru bermain dengan angka 10-4. Namun gelar juara melayang karena cedera yang dialami.

Selama masa perawatan, Marin terpaksa berkali-kali harus mengubur mimpinya untuk naik podium juara, lebih dari lima turnamen besar bulutangkis dunia dilaluinya tanpa bisa berlaga.

Mulai All England Open Badminton Championships 2019, Malaysia Open 2019, Singapore Open 2019, Indonesia Open 2019, Thailand Open 2019. Bahkan dia harus merelakan mahkota juara bertahan Japan Open 2019 melayang.

Lantas seperti apa kondisi Marin sekarang? Melalui Instagramnya, ia berupaya untuk tetap tegar dengan kondisi memilukan.