Jalani Sidang Etik, Ini Peran Bharada Sadam dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Divpropam kembali menggelar sidang pelanggaran etik melalui Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Bharada Sadam yang terseret dalam kasus pusaran pembunuhan Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Untuk agenda sidang hari ini yaitu sidang KKEP dengan terduga pelanggar Bharada S," ujad Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Senin, 12 September.

Rencananya, proses sidang KKEP terhadap Bharada Sadam akan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Nantinya, dalam sidang itu, para majelis hakim akan mendengarkan keterangan beberapa saksi.

"Saksi-saksi dalam persidangan pada siang hari ini ada tiga orang yaitu Ipda DD, Brigadir FF dan Briptu FD," sebutnya.

Di mana mereka akan menjelaskan peran dan keterlibatan Bharada Sadam. Tetapi, sampai saat ini belum diketahui pasti peran dari Bharada Sadam dalam rangkaian kasus Brigadir J.

"Sedangkan wujud perbuatan yaitu ketidakprofesionalan di dalam melaksanakan tugas," sambung Nurul.

Sejauh ini, hanya disebutkan tindakan Bharada Sadam tak terkait dengan obstruction of justice atau masuk dalam kategori pelanggaran ringan.

Sebagai informasi, dalam dugaan ketidakprofesionalan di luar tersangka obstruction of justice kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Polri sudah menyidangkan tiga anggotanya.

Mereka antara lain, AKP Dyah Chandrawati dengan vonis demosi, AKBP Pujiyarto disanksi patsus 28 hari, dan AKBP Jerry Raymond Siagian divonis pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH).

Sedangkan untuk pelanggaran berat terkait tersangka obstruction of justice yang menjalani sidang etik. Sampai saat ini ini, total sudah ada empat yakni Kombes Agus Nurpatria, lalu Irjen Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo yang diputus PTDH namun mengajukan banding.

Kemudian ada tiga tersangka tersangka obstruction of justice, yang mengantri untuk menjalani sidang etik Polri, yakni mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan, mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin, dan mantan Kasub Unit I Sub Direktorat III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 13 ayat (1) PP nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 5 ayat (1) huruf C, Pasal 8 huruf C angka 1, Pasal 10 ayat (1) huruf T dan Pasal 10 ayat (1) huruf F Peraturan Polri Nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Polri. [ded]