Jalintim Palembang-Betung padat merayap didominasi truk

Arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) ruas kota Palembang-Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis, kembali padat merayap yang di dominasi mobil truk angkutan barang ukuran besar hingga sedang.

Sofian (30), sopir bus penumpang AKDP tujuan Palembang-Musi Banyuasin di lokasi mengaku sangat menyayangkan mobil truk angkutan barang masih beroperasi meski sudah diumumkan adanya pelarangan melintas selama arus mudik ini dari Pemerintah.

“Beberapa waktu lalu sudah ada pengumuman truk angkutan barang dilarang kepada kami kalangan sopir ini, tapi toh hari ini, masih ada yang beroperasi, tolong diaturlah pak,” kata dia.

Menurut dia, akibat kondisi lalu lintas yang demikian para sopir truk merasa merugi, selain rugi waktu juga berdampak kehilangan penumpang lantaran lebih memilih menggunakan kendaraan lain yang lebih nyaman seperti travel.

Baca juga: Jalintim ruas Palembang-Banyuasin ramai pemudik

Baca juga: Kesiapan "pintu gerbang" Sumatera sambut mudik pasca-COVID-19 melandai

Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak mobil truk angkutan barang seperti Balok Kayu, dan truk dengan kereta gandeng berjalan perlahan diantara barisan kendaraan lainnya di beberapa lokasi pada sisi lajur jalan arah Kota Palembang menuju Betung.

Masing-masing kondisi tersebut terpantau dari depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukajadi, Talang Kelapa, hingga Serong, Sukamoro, dan di kawasan Lalang Sembawa.

Antrean panjang kendaraan tersebut terpantau berlangsung sejak Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB hingga saat ini.

Sementara di pintu gerbang Banyuasin, Kecamatan Talang Kelapa, tampak kendaraan pemudik meliputi mobil bus antar provinsi (AKAP), mobil minibus pribadi hingga motor roda dua itu terus berdatangan secara serentak melalui arah Jalan Bypass Alang-Alang Lebar Palembang.

Kendaraan pemudik yang berasal dari berbagai provinsi diantaranya seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Banten dalam satu waktu tersebut terjebak dalam arus lalu lintas yang padat merayap.

Baca juga: Moeldoko pastikan kesiapan Jalan Tol Trans Sumatera

Baca juga: Ada tambahan 150 toilet di area istirahat JTTS

Salah satu pemudik dari Jakarta, Adi (55) mengatakan, selain banyaknya truk, kondisi jalan yang sempit dan belum sepenuhnya teraspal dengan baik cukup menyulitkan perjalanan pemudik, sehingga ia memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area hingga jalan lancar kembali.

“Tujuan saya mau lebaran di kampung istri di Padang, dengan kondisi ini perjalanan yang akan ditempuh akan sangat melelahkan, semoga cepat terurai, kami akan lanjut jalan malam nanti,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satlantas Polres Banyuasin AKP Ricky Mozam mengatakan, volume kendaraan pemudik yang masuk dari arah Kota Palembang pada hari ini meningkat dibandingkan beberapa hari belakangan hingga terjadi kepadatan.

“Meski demikian arus lalu lintas terus berjalan,” kata dia.

Menurutnya, peningkatan volume kendaraan itu sudah diperkirakan sebelumnya oleh aparat kepolisian melalui koordinasi lintas sektor, sebab juga ada eskalasi kendaraan arus mudik yang masuk dari Jawa di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Aparat kepolisian beserta Dinas Perhubungan TNI setempat telah mempersiapkan berbagai skema untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas kendaraan pemudik.

Diantaranya memasifkan penempatan personel di depanjang ruas jalan, pemasangan marka di persimpangan yang rawan kemacetan, dan terus melakukan pengaturan terhadap truk angkutan barang yang beberapa masih beroperasi di sana.

“Untuk truk memang masih ada mereka yang sudah terlanjur berjalan namun belum sampai tujuan, hari ini ada toleransi untuk truk angkutan barang melintas yang sebelumnya dikoordinasikan dengan Dishub, tapi mulai besok Jumat (29/4) dini hari mereka akan kami kantungkan di kawasan yang luas, sehingga arus tidak tersendat,” kata dia.

Baca juga: Moeldoko sebut penanganan arus mudik 2022 harus lebih responsif

Baca juga: Polisi terapkan skema buka tutup lalu lintas di Jalintim Sumatera

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel