Jalur Alternatif Garut-Bandung Via Cijapati Putus, Ini Kondisinya

Fikri Halim, Diki Hidayat (Garut)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Kampung Cikedokan, Desa Rancasalak, Kecamatan Kasungora, Kabupaten Garut Jawa Barat, Senin 11 Januari 2021. Jalur alternatif Cijapati yang menghubungkan Garut-Bandung terputus total.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Sofyan mengatakan bahwa akibat longsor, tiang listrik pun ambruk. Akibatnya jalur Cijapati tak bisa dilalui.

"Longsor terjadi sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB, sampai sekarang jalur tersebut tak bisa dilewati," ujar Tubagus, Senin 11 Januari 2021.

Baca juga: Polisi Sebut Akan Gerak Cepat Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM

Selain tiang listrik roboh, badan jalan tertutup material longsor. Lumpur yang Tanah itu menutupi badan jalan cukup tebal sepanjang 50 meter.

"Proses evakuasi masih berlangsung, namun hujan masih turun di kawasan tersebut," ungkap Tubagus.

Untuk sementara, ia melanjutkan, pengguna jalan diimbau agar tidak melintasi jalur Cijapati baik dari arah Bandung maupun dari Garut.

"Jadi pengguna jalan agar menghindari Jalur Cijapati," ujarnya.

Tiga Jalur di Selatan Garut Juga Masih Terputus karena Longsor

BPBD Kabupaten Garut menambahkan, tiga jalur utama di wilayah Selatan Kabupaten Garut Masih terputus akibat bencana alam tanah longsor yang terjadi sejak Sabtu 9 Januari 2021 lalu.

Menurut Tubagus, sejak Sabtu lalu sedikitnya terdapat sembilan titik longsor. Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Talegong, Cisewu, Pakenjeng, Banjarwangi, Pamulihan dan Kecamatan Singajaya.

"Ada tiga ruas jalan utama yang tertimbun tanah longsor dan hingga saat ini masih belum bisa dilewati," ujarnya.

Jalan yang terputus antara lain Jalur Selatan yang menghubungkan Garut-Bandung melalui Kecamatan Talegong akibat jembatan runtuh. Dua jalan kabupaten yang belum bisa dilewati dengan aman terdapat di Kecamatan Pamulihan dan Pakenjeng.

"Saat ini di dua titik jalan itu belum bisa dilewati karena tertutup material longsor berupa tanah dan batu," ungkap dia.

Tubagus melanjutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut untuk melakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan alat berat.

"Semoga dari PUPR bisa segera membersihkan dan jalan, agar bisa segera bisa dilewati," ujarnya.