Jalur arus balik Garut-Bandung macet di hari terakhir operasi Lebaran

Jalur arus balik Garut-Bandung lintas Tarogong-Leles-Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin, macet di hari terakhir pengamanan operasi Lebaran 2022.

Sejak Senin sore hingga menjelang malam arus kendaraan berbagai plat nomor luar Garut terlihat mengantre cukup panjang di Bunderan Tarogong sampai menuju jalan utama Garut-Bandung.

Kemacetan mulai terjadi di Jalan Otto Iskandar Dinata atau jalur utama Garut-Bandung.

Seorang pengguna jalan Solihin (40) mengatakan arus balik masih ramai, dan sesekali laju kendaraan berhenti mulai dari kawasan Bunderan Tarogong.

"Meskipun sekarang sudah hari Senin, masih tetap ramai di jalur," kata Solihin.

Baca juga: Kapolda Jabar pastikan arus mudik dan balik berjalan lancar

Baca juga: Longsor bebatuan hambat arus kendaraan di jalur Garut-Bandung

Kemacetan di jalur itu, selain karena masih musim arus balik, juga akibat adanya longsoran tanah dan bebatuan di wilayah Leles sehingga menghambat laju kendaraan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Satria Budi mengatakan longsor terjadi saat hujan deras dan sempat mengganggu laju kendaraan di jalur Bandung-Garut wilayah Leles.

"Wilayah Leles ada longsor, kejadian sekitar pukul 15.40 akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi, tidak ada korban," katanya.

Sejumlah personel kepolisian sudah disiagakan untuk pengamanan arus lalu lintas kendaraan agar lancar dan aman.

Polres Garut menyampaikan arus balik kendaraan masih terjadi dan diperkirakan berdasarkan perhitungan volume kendaraan ada sekitar 10 sampai 20 ribuan kendaraan belum kembali melewati jalur Garut.

Baca juga: Gubernur Jateng sebut arus mudik-balik Lebaran 2022 berjalan lancar

Baca juga: Penumpang arus balik kereta api arah Jakarta di Cirebon masih tinggi

Baca juga: Usai "one way" diterapkan, kendaraan arah Puncak mulai bisa bergerak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel