Jalur ditutup, Calo Alternatif Ramai Peminat

·Bacaan 3 menit

VIVA – Alternatif merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan akhir yang sama. Alternatif dapat digunakan sebagai pengganti atau cara untuk memecahkan suatu masalah. Jalur alternatif adalah pilihan jalan atau alur lain untuk sampai ke tempat tujuan, jalur alternatif dapat berupa jalan yang lebih dekat atau lebih jauh dari jalur utama.

Sedangkan calo merupakan perantara yang memberikan jasanya untuk mengurus kepentingan orang lain. Dengan adanya calo, urusan yang sulit akan dapat teratasi dengan cepat. Polresta Bogor Kota mengatakan bahwa jalur alternatif merupakan jalur yang lebih panjang dan memakan waktu lebih lama dari jalan utama, mengharuskan bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut memiliki kondisi kendaraan yang prima dan memastikan bahwa bensin telah terisi penuh. Hal ini dikarenakan rute dari jalur alternatif terjal dan tidak ada SPBU di area terdekat.

Pada tanggal 18 Mei 2021 sampai dengan 31 Mei 2021, Pemerintah Kabupaten memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilakukan dengan mengadakan razia protokol kesehatan dan melakukan rapid test antigent di daerah Check Point Puncak Bogor yang mengakibatkan kemacetan. Solusi kemacetan tersebut yaitu dengan melaksanakan one way atau satu arah pada hari Minggu dan Sabtu.

Berdasarkan kebijakan Polres Bogor, waktu pelaksaan one way di puncak dibagi menjadi 5 waktu. Pukul 06.30, Cianjur menuju arah Jakarta ditutup di riung gunung. Pukul 07.30, diberlakukaannya satu arah dari Gadog hingga Puncak Pass. Pukul 12.30, penutupan arah dari Jakarta menuju Puncak di Pos Polisi 1B dari dalam tol dan SPBU Patung Ayam Ciawi. Pukul 17.00, penormalan pada hari sabtu. Dan pukul 20.00 penormalan pada hari minggu.

Terpantau pada 22 Mei 2021, arah dari Jakarta menuju Puncak masih padat dan mayoritas dipenuhi dengan kendaraan roda empat berplat B. Kepadatan ini mencapai 3 kilometer dan hampir dari Gerbang Tol Ciawi dikarenakan adanya kebijakan dari penutupan jalan, buka tutup jalan, dan razia protokol kesehatan, yang mengakibatkan banyaknya pengendara yang melewati jalur alternatif untuk menghindari pos pengawasan, maka dari itu banyak calo yang memanfaatkan keadaan tersebut dengan menggunakan jalur alternatif ke Puncak Bogor kepada pengendara roda empat.

Berdasarkan berita Tribunnews pada tanggal 22 Mei 2021, banyak calo yang mengelilingi dan mengunjungi kendaraan dengan plat B yang berasal dari Jakarta. Tujuan calo menggunakan jalur alternatif untuk kendaraan roda empat dikarenakan adanya kebijakan one way dan buka tutup jalur masuk ke arah Puncak Bogor.

Berdasarkan pantauan pribadi pada tanggal 16 Mei 2021, para calo alternatif jalur Cisarua Bogor memanfaatkan keadaan dan situasi kemacetan, mereka memasang tarif kepada kendaraan roda empat yang berada di Jalur Toll Ciawi. Tarif yang ditetapkan oleh para calo untuk dapat meloloskan pengendara pada arah buka tutup dan one way bervariatif.

Hal ini dikarenakan tarif tersebut dipatokkan sesuai dengan seberapa jauh tujuan dan seberapa lama untuk mencapai tempat tujuan. Tarif dimulai dari harga Rp.200.000,- hingga Rp.350.000,- Dengan harga yang terbilang cukup besar, tidak sedikit pengendara roda empat yang menerima dan mau mengeluarkan uang untuk menggunakan jalur alternatif tersebut.

Pengendara yang sudah menyetujui itupun mau tidak mau juga harus membayar uang yang ditagih oleh penduduk setempat atau pengawal yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan menagih uang di setiap tikungan maupun portal sebesar Rp.2.000,-

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel