Jalur lalu lintas Bojonegoro menuju Surabaya terpantau padat

Jalur lalu lintas pada H+2 Lebaran 2022 di Jalan Raya Kabupaten Bojonegoro menuju Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam, terpantau padat.

Kepadatan lalu lintas terjadi mulai dari Padangan, Kalitidu, depan stasiun Bojonegoro, Perlimaan Kapas, Perempatan Balen, Perempatan Sumberrejo, Perempatan Medalem, Pasar Baureno hingga Pasar Babat, Kabupaten Lamongan.

"Lalu lintas padat dari Bojonegoro menuju Babat. Kalau di Pasar Babat setiap saya lewat saat Lebaran selalu macet. Tapi hari ini macetnya bisa terkendali," kata salah seorang pemudik asal Surabaya, Herman saat beristirahat di SPBU Babat.

Baca juga: Polisi lakukan rekayasa arus lalu lintas di Kota Batu Jatim

Sejak Kamis siang hingga sore menjelang malam beberapa titik di Jalan Raya Bojonegoro Babat mengalami sedikit kepadatan karena kebanyakan masyarakat bepergian untuk melakukan kegiatan berlebaran ke sanak saudara atau keluarganya. Selain itu, sebagian warga juga sudah mulai balik ke daerah asalnya usai mudik Lebaran.

Untuk Jalur Baureno diketahui padat karena volume kendaraan yang terus naik. Tak hanya itu, di titik tersebut juga terdapat jalur perlintasan kereta api.

Sedangkan jalur arah Bojonegoro-Padangan menuju ke arah Ngawi maupun Cepu, Blora terpantau ramai lancar. Hal ini dikarenakan petugas Satlantas Polres Bojonegoro melakukan rekayasa arus lalu lintas.

Baca juga: Pemprov Jatim berlakukan sistem buka tutup "rest area" di jalan tol

Rekayasa lalu lintas di Padangan dari Blora arah Bojonegoro dibelokkan ke kiri, sedangkan Ngawi ke Bojonegoro diarahkan lurus ke utara. Semuanya tembus ke terminal Padangan lalu arah Bojonegoro.

Mengenai kemacetan di jalur Lamongan-Babat terjadi di kawasan Pasar Babat, baik dari arah Lamongan maupun arah Bojonegoro.

Sejumlah petugas kepolisian dari Satlantas Polres Lamongan mengatur lalu lintas di pertigaan Pasar Babat dan pertigaan Babat-Widang-Bojonegoro atau dekat jembatan cincin Babat.

Baca juga: Pemprov Jatim petakan titik rawan macet saat mudik Lebaran

Kemacetan terjadi di kawasan tersebut karena volume kendaraan yang meningkat, terutama mobil pribadi. Nomor pelat kendaraan, selain S (Bojonegoro, Tuban, Lamongan), banyak juga pelat L (Surabaya) maupun pelat nomor kendaraan lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel