Jalur Lintas Timur dan Tengah Sumatera Rawan Macet  

TEMPO.CO, Palembang - Dua jalur lintas utama Sumatera diperkirakan masih rawan macet tahun ini. Lintas yang menghubungkan perbatasan Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, hingga Jambi tersebut saat ini masih dalam tahap pelebaran dan perbaikan. Melihat kondisi itu, Pemerintah provinsi Sumsel menyiapkan kendaraan derek yang akan ditempatkan di Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatera.

Gubernur Alex Noerdin, Rabu siang ini mengatakan di tiap titik rawan macet akan disiapkan derek untuk roda empat serta derek untuk jenis Fuso dan tronton. "Kita siagakan derek di Pangkalan Balai, Indralaya, Lahat, serta di perbatasan Lampung lintas timur karena di sini termasuk jalur padat," katanya, Rabu, 8 Agustus 2012.

Saat ini kondisi jalur lintas timur mulai dari Kayu Agung, Indralaya, hingga Kota Palembang terbilang sempit. Kondisi ini dipastikan akan menghambat pemudik yang datang dari arah Lampung.

Di sisi lain, jalur Indralaya Kota Palembang sepanjang 30 kilometer masih dalam tahap pelebaran dan perbaikan. Pada kondisi normal saja, jalur sepanjang 30 kilometer itu bisa memakan waktu hingga lebih dari tiga jam. 

"Indralaya-Palembang yang paling rawan macet karena sepertinya pelebaran jalan belum kelar," kata Sarimuda, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel.

Ditambahkan Sarimuda, hal lain yang dapat menghambat pemudik di lintas timur ini adalah kebiasaan kendaraan pemudik berhenti di pinggir jalan untuk membeli oleh-oleh seperti kerupuk, kempelang dan empek-empek. "Makanya pemudik diharapkan lebih disiplin, jangan memaksakan diri untuk berhenti di jalan."

Kondisi yang hampir sama juga harus diwaspadai pemudik yang menggunakan lintas tengah Sumatera. Pasalnya, di jalur ini akan banyak dijumpai daerah rawan longsor dan rawan tindak kriminalitas. Lintas tengah dimulai dari Kota Baturaja, Tanjung Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuk Linggau. "Petugas PU juga sudah siapkan unit-unit alat berat di Lahat ataupun tebing tinggi," ujar Sarimuda. 

PARLIZA HENDRAWAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.