Jalur Puncak Bogor Macet, Tol Jagorawi Arah Ciawi Dilakukan Buka Tutup

Merdeka.com - Merdeka.com - Kemacetan lalu lintas yang terjadi di Puncak, Bogor membuat pihak kepolisian memberlakukan rekayasa buka tutup untuk jalan menuju ke Ciawi atau Puncak. Pihak Jasamarga pun membantu pemberlakuan aturan tersebut.

"Lalu lintas didistribusikan via Interchange (IC) Bogor dan Gerbang Tol Bogor Selatan atau KM 42 secara situasional," tutur General Manager Representatif Office 1 Regional Jasamarga Metropolitan Tollroad, Tri Wahyu Subekti dalam keterangannya, Rabu (4/5).

Menurutnya, rekayasa lalu lintas tersebut dimulai pukul 11.00 WIB. Hal itu tentunya demi membantu mengurai kepadatan yang terjadi di ruas jalan menuju Puncak dan sekitarnya.

"Jasamarga Metropolitan Tollroad sebagai pengelola Jalan Tol Jagorawi telah menyiapkan rambu-rambu petunjuk arah dan pengalihan serta petugas pengaturan lalu lintas," jelas dia.

Wahyu mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, juga memperhatikan kecukupan BBM dan uang elektronik untuk kenyamanan perjalanan.

"Lakukan pembaharuan informasi lalu lintas di jalan tol dengan mengakses kanal informasi resmi milik Jasamarga melalui aplikasi Travoy 3.0, Call Center Jasamarga 24 jam di nomor telepon 14080," Wahyu menandaskan.

Kondisi lalu lintas di jalur menuju Puncak, Bogor, terpantau macet parah di hari ketiga libur Lebaran, Rabu (4/5).

Antrean sudah dirasakan pengendara mulai selepas keluar Tol Ciawi KM 45 sampai dengan simpang Gadog sekitar pukul 09.45 WIB. Pengendara hanya bisa melajukan kendaraannya 5-10 km/jam.

Kemacetan parah juga terjadi di tanjakan Selarong sampai dengan Cibogo. Kendaraan baik roda dua maupun empat tidak bisa bergerak.

"Tanjakan Selarong macet parah," ujar Imam Alawi, dalam postingannya di grup Facebook Jalur Puncak.

Beberapa pengendara ada yang memilih mematikan mesin kendaraannya. Bahkan, ada juga yang membuka pintu mobil untuk sekedar meluruskan kaki.

Kemudian, kepadatan kendaraan juga terjadi di kawasan Cipayung atau sebelum simpang Megamendung sampai dengan Cimory Riverside. Kendaraan hanya melaju dengan kecepatan 10-20 km/jam.

"Kondisi lalin dari Cipayung sampai Cimory padat merayap," kata Bobby, warga Cisarua. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel