Jam Besuk Diperbolehkan, Pengunjung dan Napi di Samarinda Wajib Sudah Vaksin Booster

Merdeka.com - Merdeka.com - Kemenkum HAM memperbolehkan kembali jam kunjungan kepada warga binaan di Rutan dan Lapas. Salah satu syaratnya adalah, pengunjung dan warga binaan sudah divaksinasi dosis ketiga atau penguat (booster).

Sesuai edaran Kemenkum dan HAM, kunjungan di Rutan dan Lapas dibuka kembali mulai awal Juli 2022 lalu. Namun perlu digaris bawahi kunjungan masih bersifat terbatas.

"Syaratnya warga binaan yang dikunjungi dan pengunjung sudah vaksin booster dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Berlaku sejak 3 Juli jadi baru-baru saja," kata Kepala Rutan Kelas IIA Samarinda Alanta Imanuel Ketaren, ditemui merdeka.com usai Salat Iduladha di Rutan Samarinda, Jalan KH Wahid Hasyim II, Minggu (10/7).

Kemenkum dan HAM sebelumnya meniadakan jam kunjungan unit pelaksana teknis (UPT) Rutan dan Lapas sejak Covid-19 mewabah Maret 2020 lalu. Tujuannya untuk menekan penyebaran virus SARS-CoV-2.

Perayaan hari besar keagamaan, seperti di Rutan Samarinda misalnya, pada momen lebaran Idulfitri 2021 warga binaan diperbolehkan bersilaturahmi hanya melalui panggilan video dari telepon seluler. Aturan itu berlanjut hingga Idulfitri di bulan Mei 2022 lalu.

Alanta menegaskan, UPT Rutan Samarinda tentu menjalankan aturan dan instruksi sesuai edaran Kemenkum dan HAM. Meski kunjungan kali ini sifatnya masih berupa kunjungan terbatas.

"Maksudnya, hanya kunjungan dari keluarga inti saja yang bisa kita terima. Dari mana kita bisa tahu itu? Dari kartu keluarganya. Paling lama waktu kunjungan adalah 30 menit untuk tatap muka dan bersilaturahmi," tegas Alanta.

Namun demikian, kunjungan warga binaan di Hari Raya Iduladha tahun ini di Rutan Samarinda ditutup sementara hingga Selasa 12 Juli 2022, untuk memberikan kesempatan warga binaan dan pegawai Rutan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

"Iduladha tahun ini, kita menerima sumbangan 23 ekor sapi dan 4 ekor kambing dari berbagai pihak, untuk kita bagikan ke UPT lainnya dan masyarakat sekitar Rutan. Jumlah 23 ekor sapi itu meningkat dari 2020 ada 14 ekor sapi dan 18 ekor sapi di tahun 2021. Untuk hewan kurban Iduladha sekarang ini kita pastikan bebas PMK (penyakit mulut dan kuku)," demikian Alanta. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel