Jam Kerja Warga Jepang Juga Berubah (3)

Jam Kerja Warga Jepang Juga Berubah (3)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mansur AM

TRIBUNNEWS.COM - KERUSAKAN empat Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTN) di Prefektur Fukushima akibat Gempa 8,9 SR 11 Maret lalu membuat Jepang mengalami krisis listrik.

Lebih separuh pasokan listrik berasal dari PLTN ini.

Akibatnya, warga Jepang harus menghemat listrik. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan pendingin ruangan.

Masalahnya, Jepang saat ini memasuki musim panas. AC tentu sangat dibutuhkan.

Untuk menyiasati hal tersebut, dilakukan perubahan jam kerja juga mengalami perubahan.

Jam masuk kantor biasanya pukul 08.00 atau 09.00 hingga pukul 16.00-17.00 Waktu Jepang.

Pascabencana, jam kerja tak lagi seragam. Ada yang masuk pukul 07.00 pagi tapi pulang lebih cepat. Supaya pemakaian listrik tidak sampai malam hari.

Lima hari kerja juga berubah. Biasanya Sabtu-Minggu sebagai hari libur. “Kini beberapa kantor buka Sabtu dan Minggu dan libur Selasa atau Rabu. Supaya pemakaian listrik tidak serentak. Ini untuk membantu pemerintah melakukan penghematan listrik,” kata Koordinator Jenesys 2011, Yamada Atsuko.

Oriental Land, pemilik Disney Land di Tokyo, tidak mengoperasikan semua wahana bermain untuk membantu usaha hemat listrik. Jam operasional juga dikurangi.

Jika wahana bermain ini beroperasi normal, tenaga listrik yang digunakan setara dengan pemakaian sambungan 58 ribu rumah tangga setiap hari.

Kampanye Super Cool Biz atau Summer Time dipelopori Kementerian Lingkungan Jepang.

Menteri Lingkungan, Ryu Matsumoto, gencar tampil di media massa memimpin kampanye hemat listrik.