Jam Malam di Yordania Tak Halangi Performa, Musisi Tampil Online Selama Ramadhan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Di tengah jam malam yang diberlakukan akibat pandemi COVID-19, sebuah kelompok musik Suriah di Yordania melakukan penampilan online untuk menghibur penggemar mereka selama bulan suci Ramadhan.

Meskipun panggung seni di Yordania menjadi terhalang akibat COVID-19, para anggota kelompok musik tersebut tidak menyerah. Demi menghibur dan tetap terhubung dengan para penggemarnya, mereka tetap tampil live di media sosial.

Dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (8/5/2021) kelompok musik asal Suriah tersebut bernama Grup Yaqeen - memainkan musik religi dan didirikan tahun 2012.

Tujuan mereka membentuk kelompok ini adalah untuk menampilkan musik-musik religi dalam acara-acara khusus seperti pada masa Ramadhan.

Puncak kesibukan Grup Yaqeen biasanya terjadi di bulan suci bagi umat Islam ini dan juga musim panas. Biasanya mereka tampil di hadapan penonton dalam jumlah besar.

Namun, tahun ini semua berubah karena berbagai pembatasan terkait COVID-19.

Pendiri grup tersebut, Mohammad Mahdar, mengenang hari-hari sebelum pandemi terjadi.

Ia mengatakan, "Sebagai penyanyi, kami sangat terpukul karena Virus Corona di Yordania. Sebelum wabah Virus Corona, musim panas merupakan bulan yang penuh dengan acara perkawinan. Kami biasanya tampil dalam berbagai acara pernikahan ini, selain pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW atau Hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah. Perebakan Virus Corona berdampak bagi kami karena perayaan dan pertemuan dibatalkan. Karena itu kami berpaling dengan siaran langsung melalui laman Facebook kami".

Sayangnya, pandemi bukan hanya membuat pertunjukan langsung mereka terhenti tetapi juga menyebabkan Mahdar tidak dapat berkumpul bersama anggota grup lainnya.

Ia mengatakan, "Rasanya sedih karena saya tidak dapat bertemu dengan semua anggota grup, jadi saya tampil live bersama mereka yang tinggal di dekat saya. Saya tidak dapat bertemu dengan semua anggota grup karena jam malam. Kami tidak dapat bertemu dan ini benar-benar menyedihkan. Pada masa lalu kami dapat bepergian ke mana saja kami mau dan kami biasa tampil di luar negeri."

Satu-satunya Cara untuk Terhubung dengan Para Penggemar

Ilustrasi Ramadan (Photo by Ahmed Aqtai from Pexels)
Ilustrasi Ramadan (Photo by Ahmed Aqtai from Pexels)

Agar tetap terhubung dengan penggemar mereka, Grup Yaqeen terpaksa tampil secara streaming.

Salah seorang anggota grup itu, Mustafa al Qalaa, mengatakan, "Tidak ada penonton yang dapat kami ajak berinteraksi langsung. Waktu saya menyanyi di hadapan penonton, saya merasakan kasih sayang mereka, antusiasme mereka dan kenyamanan karena mereka adalah orang-orang yang menyayangi dan mengikuti saya. Meskipun ada orang yang menonton pertunjukan online, rasanya tidak sama seperti ketika mereka duduk di hadapan saya. Saya merasa berbeda, tertekan dan sedih. Saya tidak kehilangan penonton tetapi mereka jauh dari saya. Perasaan itu sama seperti seorang ibu yang dipisahkan dari anaknya."

Selain itu, penggemar Yaqeen juga merasakan terpisah jauh.

Salah satu penggemar Grup Yaqeen, Mazen Quaider, mengatakan,"Ya, penampilan online ini mengingatkan saya pada masa lalu yang indah, yang mudah-mudahan kembali dalam waktu dekat. Tidak ada yang seindah lagu-lagu religi seperti ini tetapi orang-orang menghindarinya karena merasa musik itu ketinggalan zaman".

Ia pun juga menyarankan umat Muslim lainnya untuk mendengarkan musik Grup Yaqeen.

Grup Yaqeen didirikan ketika Mahdar pindah dari Suriah ke Yordania bersama-sama dengan anggota lain kelompok musik itu. Mereka pindah dikarenakan menghindari konflik yang terus berlangsung di negara asal mereka.

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi COVID-19

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel