Jamaah Calon Haji Kelaparan Diurus di Arab Saudi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel menanggapi dingin insiden penelantaran dan kelaparan yang menimpa 370 Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Makassar di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (22/9/2012) lalu.

"Itu urusan PPIH (petugas penyelenggara ibadah haji) yang ada di Jeddah. Kewenangan kami hanya sampai asrama (haji) dan di bandara," kata Kepala Sub Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasub Hukmas) Kemenag Wilayah Sulsel, Muhammad Tonang, kepada Tribun, Minggu (23/9/2012).

Namun Tonang menambahkan, berdasarkan informasi yang diperolah dari PPIH di Jeddah, insiden ini diselesaikan. "Mereka (jamaah) sudah diberangkatkan ke Madinah, setelah dilakukan pemeriksaan dokumen di bandara King Abdul Aziz Jeddah," jelasnya.

Bersama lima petugas haji termasuk tenaga medis, 370 jamaah embarkasi Makassar, yang meninggalkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (21/9/2012) malam.

Mereka sempat terlunta-lunta sekitar delapan jam di sekitar terminal haji bandara Jeddah. Bus yang akan mengangkut mereka ke
Madinah terlambat.

Dari Mekkah dilaporkan, Kepala Daerah Kerja Madinah Ahmad Jauhari, menyebutkan, perubahan rute penerbangan pesawat haji Indonesia hingga menyebabkan keterlambatan pendaratan ternyata berefek domino pada perusahaan katering.

"Nasi beserta lauk pauk untuk satu kloter jamaah calon haji (JCH) asal Indonesia mubazir. Seharusnya makanan jamaah dikirim sesuai jadwal kedatangan di Madinah," katanya seperti dilansir di situs resmi Kemenag.

Namun, akibat keterlambatan pendaratan pesawat di Jeddah, berimbas pada keterlambatan kedatangan. Makanan siap disajikan perusahaan katering di pemondokan, namun jamaah belum datang.

Sebagai Cobaan
Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH) Kloter I Embarkasi Hasanuddin Makassar, Prof Dr Arifin Hamid, melalui pesan singkat dari Jeddah, mengabarkan insiden ini, sebagai cobaan.

“Hingga saat ini sudah empat jam bus pengantar ke Madinah belum datang. Alasan dari pengelolah jamaah haji ada kelengkapan yang harus diselesaikan seperti dokumen dan lain-lain,” kata Arifin.

Para jamaah terpaksa berkeliaran di sekitar bandara untuk mencari makanan. Mereka kelaparan setelah penerbangan tak lazim dari Tanah Air. Normalnya, penerbangan dari Tanah Air ke Jeddah yang biasanya hanya 10 jam molor hingga 14 jam.

Pemicunya adalah ujicoba rudal angkatan udara Republik India. Manajer Garuda Indonesia Branch Makassar, Suherman, kepada Tribun, menjelaskan, pesawat Garuda Airlines GA 1001 yang ditumpangi jamaah diarahkan lebih menuju Dubai Uni Emirat Arab sebelum tiba di Jeddah.

Dari Asrama Haji Sudiang Makassar dilaporkan, sebanyak 373 jamaah asal Kota Jayapura tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5, Minggu (23/9) kemarin, tiba di asrama.

Seremoni serah terima jamaah ini dilakukan kepala bagian tata usaha Kemenag Papua Jamaluddin Iribaram di Aula 1 Asrama Haji Sudiang.

Kloter 5 Embarkasi Makassar ini dijadwalkan berangkat, Senin (24/9), pukul: 13.45 Wita dengan menumpang GA 1203.

Kemudian akan disusul jamaah kloter 6, yang terdiri dari jamaah asal Parepare, Sinjai, dan Makassar. sebanyak 370 JCH dan lima petugas dan tenaga medis kloter ini diagendakan berangkat: Selasa (25/9), pukul: 16.15 Wita dengan menumpang Garuda dengan nomor penerbangan GA 1103.

Call Center
Molornya jadwal pesawat inilah, kata Tonang, yang membuat agenda PPIH yang sejatinya menyambut jamaah calon haji asal Makassar, berubah.

Sehingga, saat jamaah tiba di terminal haji, bus dan para PPIH sudah berganti. "Ini pelajaran di sisi kami, dan cobaan bagi jamaah calon haji," kata Tonang.

Tonang menjelaskan, guna mengantisipasi keluhan jamaah dan meningkatkan mutu layanan haji, Kemanag Sulsel membuka Call Center Pengaduan Jamaah, Call center ini di hotline nomor 500425. "Mudah diingat, 500425 itu sama dengan 500HAJ.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.