Jamaah haji diminta istirahat sampai bus shalawat beroperasi kembali

Jamaah haji yang sudah menyelesaikan nafar awal diminta untuk beristirahat di hotel masing-masing sampai bus shalawat yang mengantarkan mereka ke Masjidil Haram beroperasi kembali pada 13 Juli 2022.

"Saya mengimbau jemaah istirahat di hotel terlebih dahulu sampai bus shalawat kembali beroperasi," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Mekkah, Senin.

Jamaah yang sudah menyelesaikan lontar jumrah hari kedua dan mengambil nafar awal biasanya langsung kembali ke hotel (pemondokan) mereka terutama yang jaraknya dekat dengan Jamarat, seperti di Raudhah dan Syisyah.

Baca juga: Jamaah diimbau jaga kondisi selama bus shalawat berhenti beroperasi

Sekembalinya ke hotel di Makkah, jamaah akan menjalani Rukun Haji tawaf ifadhah dan sa'i di Masjidil Haram.

"Beberapa hari ke depan, kepadatan aktivitas jamaah akan bergeser ke Masjidil Haram. Saya juga sudah minta ke Sektor Khusus untuk bersiap di posnya masing-masing untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah yang menjalani ifadhah dan sa'i," tambah Menag.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief menjelaskan bahwa jamaah Nafar Awal akan kembali ke hotel di Makkah pada 11 Juli 2022. Sementara Jamaah Nafar Tsani akan kembali sehari setelahnya, yaitu tanggal 12 Juli 2022.

"Jadi, begitu sampai di hotel, jamaah sebaiknya memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan beribadah di pemondokan. Ifadhah bisa dilakukan setelah bus shalawat beroperasi," ujar Hilman.

Begitu juga dengan layanan katering di pemondokan dimulai pada 13 Juli 2022, diawali dengan makan pagi.

Baca juga: Jamaah haji Indonesia perlu ingat nomor bus shalawat

Baca juga: Bus shalawat memudahkan jamaah calon haji beribadah di Masjidil Haram

Sebelumnya layanan bus shalawat berhenti beroperasi selama 10 hari mulai pada 4 Juli hingga 13 Juli 2022, karena bus difokuskan untuk pelayanan Masyair atau puncak haji di Arafah.

Bus shalawat melayani jamaah haji Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram secara gratis selama 24 jam.

Begitu juga dengan layanan konsumsi atau katering di pemondokan berhenti selama Masyair, namun jamaah haji tetap mendapatkan makan dari maktab di Arafah, Muzdhalifah dan Mina.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel