Jamaah jangan sampai kehilangan alas kaki karena Madinah lebih panas

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Mukhammad Khanif mengingatkan jamaah haji gelombang kedua yang berangkat dari Mekkah ke Madinah jangan sampai kehilangan alas kaki karena cuaca Madinah lebih panas, sehingga rawan kaki melepuh.

"Simpan dengan baik alas kaki saat ke Masjid Nabawi dan jangan sampai ketinggalan. Alas kaki sangat penting agar kaki jamaah tidak kepanasan atau bahkan melepuh," kata Khanif saat melepas jamaah haji di Mekkah, Kamis.

Jamaah haji juga diminta untuk membiasakan diri menggunakan alat pelindung, seperti payung atau topi, agar tidak terkena paparan langsung sinar matahari.

Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah untuk memperbanyak minum, tidak menunggu haus untuk minum.

Sebanyak lima kloter jamaah haji atau 1.932 orang gelombang kedua akan diberangkatkan dari Mekkah ke Madinah pada Kamis.

Diawali dengan keberangkatan jamaah Kloter 24 Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG 24) berangkat pukul 07.00 WAS, disusul 393 orang asal Sumatera Utara yang tergabung dalam Kloter 8 (MES 8) bergerak mulai pukul 09.20 Waktu Arab Saudi (WAS).

Selanjutnya Kloter 5 dari Embarkasi Banda Aceh (BTJ 5) sebanyak 387 orang dari Sektor 3 Raudhah pada 21 Juli 2022 pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS) menggunakan sembilan bus. Diperkirakan tiba di Madinah pukul 19.00 WAS.

Lalu Kloter 22 dari Embarkasi Solo (SOC 22) sebanyak 356 orang dari Sektor 4 Jarwal pada 21 Juli 2022 pukul 15.00 WAS menggunakan delapan bus. Diperkirakan tiba di Madinah pukul 21.00 WAS.

Sertai Kloter 3 dari Embarkasi Makassar (UPG 3) sebanyak 389 orang dari Sektor 2 Syisyah pada 21 Juli 2022 pukul 17.00 WAS menggunakan sembilan bus. Diperkirakan tiba di Madinah pukul 23.00 WAS.

Mereka akan menjalani ibadah Arbain (shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi) selama delapan atau sembilan hari di Madinah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel