Jamaah Kaget Kiblat Masjid Agung Solo Bergeser

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Seorang jamaah Masjid Agung Solo, Hamdi mengaku kaget dengan arah kiblat di masjid yang bergeser dari kondisi biasanya, Selasa (2/7/2013).

"Saya sempat kaget karena arah kiblatnya jadi agak condong ke utara. Biasanya kan lurus ke arah barat," katanya.

Jelang Ramadan, Takmir Masjid Agung Solo mulai berbenah. Kemarin, pengurus masjid berstatus benda cagar budaya itu membenarkan sudut arah kiblat salat. Seorang pengurus Masjid Agung Solo, Mustakim menjelaskan, arah kiblat masjid selama ini tidak tepat mengarah ke Ka'bah atau Masjidil Haram.

Dia menjelaskan, karena terjadi pergeseran lempeng bumi dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, arah kiblat di Masjid Agung Solo bergeser sekitar 15 derajat. Sehingga, pihak takmir akhirnya menggeser panduan arah kiblat di masjid itu dengan arah kiblat yang telah diperbarui, yakni ke arah barat agak serong ke utara dengan kemiringan sekitar 15 derajat.

Perubahan koordinat arah kiblat itu kemarin diikuti dengan mengubah kemiringan mimbar di ruangan utama masjid.

"Kami butuh 12 orang untuk menggeser mimbar. Sedikit demi sedikit kita geser. Butuh waktu sekitar 30 menit," kata Mustakim.

Mimbar yang diperkirakan seusia dengan bangunan masjid itu, atau sekitar 425 tahun, diakui Mustakim sangat berat. Sebab, mimbar berukuran sekitar 1,5x3 meter dengan ketinggian sekitar 3,5 meter itu semuanya terbuat dari kayu jati tua. Masjid itu merupakan peninggalan Paku Buwono III yang mulai didirikan pada 1763 dan selesai pada 1768.

Penggeseran arah kiblat Masjid Agung Solo melibatkan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) agar tidak terjadi kesalahan saat pemindahan posisi mimbar yang bisa menyebabkan kerusakan benda bersejarah itu. Adapun, pengukuran dan penentuan ulang sebenarnya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu oleh Kanwil Depag Jateng.

"Posisi karpet dan mimbar baru kami geser sekarang. Sebelumnya karpet tetap lurus, tapi jamaah kami minta menghadap agak serong ke utara. Sekarang sekalian kami luruskan ke arah kiblat," urainya.

Namun, setelah diberi penjelasan oleh seorang pengurus masjid, dia meyakini arah kiblat yang telah ditentukan tersebut benar.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.