Jamaah umrah dengan penyakit kronik diminta lebih berhati-hati

·Bacaan 2 menit

Ketua Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan FKUI Budi Sampurna meminta jamaah umrah dengan penyakit kronik agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan ibadah umrah di tengah pandemi COVID-19.

"Mereka yang punya penyakit kronik, degeneratif yang mungkin merupakan komorbid harus lebih hati-hati," ujarnya dalam webinar "Adaptasi Kebiasaan Baru Ibadah Umrah di Masa Pandemi" yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, ia mengharapkan jamaah umrah mengetahui status kesehatannya masing-masing agar lancar menunaikan ibadah umrah di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Sejak 8 Januari 118 ribu jamaah umrah telah berangkat ke Tanah Suci

"Yang penting adalah kita tahu status kesehatan kita sendiri, kalau sudah tahu maka kita harus hati-hati," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, jamaah diminta untuk menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara rutin.

"Karena di sana kita akan banyak bergerak. Jangan memilih olahraga yang berat tapi olahraga yang ringan tetapi terus berkelanjutan, itu akan lebih baik," kata Budi Sampurna yang juga Konsultan Forensik Medikolegal, Spesialis Kedokteran Penerbangan.

Baca juga: Kemenag upayakan perluas pintu keberangkatan ibadah umrah

Ia menambahkan para jamaah juga diminta untuk taat protokol kesehatan untuk meminimalisir risiko penularan mengingat jamaah akan berjumpa dengan banyak orang dari berbagai negara yang berbeda.

"Mungkin ada negara yang COVID-19 nya masih cukup tinggi. Bisa saja terdapat varian yang mungkin akan lebih virulen dan membahayakan," tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan sejak 8 Januari hingga April 2022 sekitar 118 ribu orang telah berangkat umrah ke Tanah Suci.

Baca juga: Garuda Indonesia mulai layani penerbangan umrah dari Surabaya

"Sampai saat ini sejak Januari sudah ada 118 ribu orang yang berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah," ujar Hilman.

Hilman mengatakan pelaksanaan umrah pada tahun ini penuh dinamika, kaena penyelenggaraan masih dalam suasana pandemi COVID-19, sehingga diperlukan kehati-hatian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel