Jambi incar finis 15 besar PON Papua

·Bacaan 1 menit

Jambi menargetkan peringkat 15 besar Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua untuk memperbaiki pencapaian dalam ajang sebelumnya di Jawa Barat pada 2016.

Pada PON Jawa Barat 2016, Jambi hanya finis peringkat 23 dengan enam medali emas dan perak, serta 21 perunggu atau total 33 medali.

"Kalau sekarang kami ingin memperbaiki peringkat PON sebelumnya yang finis di 23, target di Papua bisa masuk 20 atau 15 besar," kata Ketua Umum KONI Jambi Budi Setiawan di Kota Timika, Sabtu.

Hingga berita ini diturunkan, Jambi menduduki peringkat 15 klasemen sementara perolehan medali dengan enam medali emas dan perak, serta sembilan perunggu sehingga total 21 medali.

Dari total 22 cabang olahraga yang diikuti Jambi, baru empat cabang yang sukses menyumbang medali emas.

Keenam medali emas yang didapat Jambi berasal dari Melisa Try Andani (wushu), M. Hanif Wijaya (panahan), Rizky/Gontar Alamsyah (biliar), Juliana Klarisa (angkat besi), Rizky (biliar), dan M. Ripqi Ramadhan (angkat besi).

Baca juga: Atlet angkat besi Jambi siap torehkan prestasi di PON Papua

Jambi masih berpeluang menaikkan peringkat dengan tambahan medali emas lewat biliar dan tarung drajat yang berlangsung di Kota Timika.

"Dengan tambahan dari biliar dan tarung drajat, mudah-mudahan peringkat Provinsi Jambi bisa lebih baik lagi dari PON sebelumnya," sebut Budi.

Biliar hanya menurunkan dua atlet dan menggantungkan perolehan medali kepada Rizky yang sudah mendapatkan dua emas.

Rizky dijadwalkan mengikuti laga dalam dua nomor lainnya dan KONI Jambi berharap pebiliar berusia 23 tahun itu bisa menyapu bersih emas.

"Persiapan sudah cukup matang, tapi balik lagi ke rezeki masing-masing. Yang penting berusaha dulu, bagaimana hasilnya saya serahkan yang Di Atas saja," tutup Rizky.

Baca juga: Kontingen Jambi tambah lima medali di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel