Jambret Korban hingga Tewas, Pemuda di Pekanbaru Ditembak Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Ahmad Saripudin (40) meninggal dunia usai dijambret dua pemuda, H (21) dan E (20) di Jalan Hangtuah Ujung, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kedua pelaku akhirnya ditangkap polisi setelah istri korban, Chainirizza (33) membuat laporan.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan mengatakan, dari hasil interogasi kedua pelaku mengaku sudah berpengalaman dalam melakukan aksi jambret. Mereka telah menjambret sebanyak 20 kali di Pekanbaru. Tersangka inisial H ditembak karena berusaha kabur.

"Kedua pelaku masing-masing berinisial H dan E. Keduanya merupakan pelaku spesialis jambret yang telah beraksi di 20 TKP di Kota Pekanbaru," ujar Andrie kepada merdeka.com, Selasa (9/8).

Sebelum kejadian, korban sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba kedua pelaku menyalip sambil merampas handphone korban jenis Samsung Galaxy A73.

Akibatnya, korban terjatuh dari sepeda motor lalu meninggal dunia. Pihak keluarga langsung membuat laporan untuk memburu pelaku.

"Dari hasil penyelidikan kemudian Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru mendapat informasi pelaku E sedang berada di kediamannya di Jalan Sariamin, Kecamatan Pekanbaru Kota. Kemudian, polisi segera menuju rumah pelaku untuk melakukan penangkapan," tutur Andrie.

Hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau jambret bersama H menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy warna merah hitam.

Dari nyanyian E, polisi mengendus keberadaan H di sebuah indekos, Jalan Durian Gang Puri Kecamatan Payung Sekaki.

"Namun pada saat dilakukan penangkapan, diduga pelaku berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga pelaku H ditembak," tegasnya.

Saat ini, kedua orang tersangka tersebut ditahan di Mapolresta Pekanbaru untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat pasal 365 KUHP. [cob]