Jamsostek Sudah Susun Peta Jalan Jadi BPJS

  • Dahlan pertanyakan reputasi lembaga survei capres

    Dahlan pertanyakan reputasi lembaga survei capres

    Merdeka.com
    Dahlan pertanyakan reputasi lembaga survei capres

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ikut angkat bicara mengenai hasil hitung cepat pilpres kemarin. Pria yang juga politisi Partai Demokrat ini mempertanyakan reputasi lembaga survei hitung cepat para capres kemarin. Pasalnya, hasil hitung cepat lembaga survei yang dipakai masing-masing kubu berbeda.Menurutnya, cara klaim kemenangan para capres melalui lembaga survei sudah tidak dapat diberlakukan untuk masyarakat yang sudah pintar saat ini."Ginilah publik tahu …

  • Prediksi pasar terkait kemenangan Capres Jokowi

    Prediksi pasar terkait kemenangan Capres Jokowi

    Merdeka.com
    Prediksi pasar terkait kemenangan Capres Jokowi

    MERDEKA.COM. Indonesia telah selesai menggelar pesta akbar demokrasi untuk memilih calon presiden beserta wakil kemarin. Berdasarkan perhitungan cepat beberapa lembaga survei, pasangan Jokowi-JK lebih unggul dibanding Prabowo-Hatta.Hasil hitung cepat ini memang belum final karena masih menunggu keputusan perhitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, bukan berarti hasil hitung cepat ini tidak memiliki dampak. Hasil ini tentu sudah menimbulkan gambaran akan kepastian pemerintahan …

  • Rupiah Kamis Pagi Bergerak Menguat Menjadi Rp11.571

    Rupiah Kamis Pagi Bergerak Menguat Menjadi Rp11.571

    Antara
    Rupiah Kamis Pagi Bergerak Menguat Menjadi Rp11.571

    Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis pagi menguat sebesar 54 poin menjadi Rp11.571 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.625 per dolar AS. "Optimisme pasca pelaksanaan pemilu presiden yang terkendali membuat laju nilai tukar rupiah masih berada dalam tren penguatan," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Kamis. Ia menyakini bahwa meski proyeksi perhitungan suara capres-cawapres cenderung berimbang, namun kondisi itu tidak …

Jakarta (ANTARA) - PT Jamsostek sudah menyusun peta jalan (road map) menuju perubahan BUMN itu menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan paling pada 1 Juli 2014.

Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga ketika dihubungi di Jakarta, Minggu, menjelaskan pihaknya juga mempersiapkan pemindahan (migrasi) program Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) kepada BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014.

PT Askes akan menjadi cikal BPJS Kesehatan yang menyelenggarakan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk peserta JPK yang sebelumnya terdaftar di PT Jamsostek.

Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat amanah baru, yakni menjadi penyelenggara Jaminan Pensiun paling lambat pada 1 Juli 2015.

Karena itu, PT Jamsostek tidak akan mengurangi karyawannya karena program yang ditangani akan tetap empat, yakni Jaminan Kematian (JK), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

"Bahkan kami sedang memperhitungkan kemungkinan penambahan karyawan jika muncul kesadaran pekerja atas dampak dilaksanakannya program jaminan sosial sebagaimana yang diamanatkan UU No.24/2014 yang berlaku secara nasional dan menyentuh rakyat miskin dan tidak mampu," kata Hotbonar.

BUMN itu harus mengantisipasi kemungkinan munculnya kesadaran pekerja formal dan informal atas program jaminan sosial yang berdampak pada kenaikan kepesertaan.

Saat ini peserta program jamsostek yang terdaftar sekitar 34 juta, sementara masih terdapat sekitar 70 juta pekerja yang belum terdaftar dan sebagian besar diantara mereka adalah pekerja informal.

Pada peta jalan yang sudah disusun tergambar bahwa pada Januari-Desember 2012 dilakukan sosialisasi internal kepada karyawan PT Jamsostek yang menyangkut kesiapan organisasi, SDM, jaringan pelayanan dan infrastruktur.

Pada Januari-Desember 2012 juga dibahas peralihan program JPK ke BPJS Kesehatan.

Pada Juli 2012-September 2013 dilakukan pembahasan Peraturan Pemerintah tentang JK, JKK, JHT dan JP. Pada jangka waktu itu juga dibahas inventarisir aset JPK yang dimiliki PT Jamsostek.

Pada Juni-November 2013 dilakukan integrasi data kependudukan dengan data ketenagakerjaan dan kepesertaan jaminan sosial, seperti kepesertaan jamsostek, askes, jamkesmas, jamkesda dan program jaminan sosial lain.

Pada Juli 2013 diharapkan sudah bisa ditetapkan modal pemerintah pada BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pada Juli-Desember 2013 akan dipersiapkan personil dan sistem kepengawasan ketenagakerjaan yang mengawasi pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan.

Pada September-Desember 2013 dilakukan audit, rapat umum pemegang saham luar biasa dan pencabutan program jamsostek dan askes.

Pada 1 Januari 2014 BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan berdiri dan pengalihan program JPK, jamkesmas dan jamkesda ke BPJS Kesehatan.

Pada 1 Juli 2015 BPJS Ketenagakerjaan beroperasi penuh dengan melaksanakan empat program pokoknya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...
POLL

Apakah kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar wajib dimiliki oleh kandidat capres maupun cawapres?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat