Jamu Empon-Empon hingga Kelapa, 6 Obat Tradisional yang Diklaim Tangkal Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - WHO angkat bicara terkait berita bahwa merokok bisa melindungi seseorang dari Virus Corona (COVID-19).

Faktanya, perokok yang terinfeksi Virus Corona jenis baru justru menghadapi potensi kematian yang lebih tinggi.

Dilaporkan Xinhua, WHO merespons studi yang menyebut perokok lebih kebal terhadap virus ini. WHO menyebut ada salah kaprah dalam memahami studi itu.

"Bahaya dari tembakau sudah jelas diketahui dan kita tahu jutaan orang meninggal tiap tahunnya akibat penggunaan tembakau. COVID-19 adalah penyakit pernapasan dan merokok menyebabkan kerusakan pada paru-paru," ujar Dr. Maria Van Kerkhove di Jenewa.

Guna menangkal virus itu, banyak orang mencari alternatif lain. Sejumlah bahan tradisional ini diklaim bisa tangkal Corona COVID-19. Seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa (12/5/2020), berikut selengkapnya:

1. Jamu Empon-Empon

Harga kunyit, bahan jamu herbal penangkal virus Corona covid-19 di Cilacap hanya Rp 10 ribu per kilogram. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Cara alternatif yang digunakan masyarakat Palembang untuk terus menjaga kesehatan agar terhindar dari Virus Corona COVID-19 adalah dengan mengkonsumsi tanaman herbal.

Mbok Darti, penjual jamu yang biasa berjualan di lingkungan Mapolrestabes Palembang, mempunyai salah satu ramuan yang bisa menambah daya tahan tubuh.

Ramuan jamunya yaitu Empon-empon, yang dalam bahasa Jawa berarti racikan beragam jenis tanaman herbal.

"Bahan Jamu Empon-empon ini yaitu kunyit, kunyit putih, temulawak dan jahe. Jamu ini manjur untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Terlebih untuk mencegah Virus Corona,” ujarnya.

Wanita berusia 40 tahun ini mengatakan, Jamu Empon-empon bisa membuat tubuh peminumnya kebal terhadap berbagai penyakit.

 

2. Kelapa Kiribati

Bendera Kiribati (Pixabay)

Bekas koloni Inggris di wilayah Pasifik Tengah telah dinyatakan sebagai salah satu dari 13 negara di dunia yang berhasil menjaga angka nol kasus terkait Virus Corona COVID-19.

Kiribati adalah satu kelompok pulau dan merupakan salah satu yang termiskin dan terjauh dari semua negara di dunia dengan populasi penduduknya yang beragama Kristen hanya sebanyak 116.000.

Kelapa, yang dikenal sebagai moimoto di pulau itu, juga memberikan hidrasi dan nutrisi tetapi sekarang diklaim sebagai kunci status bebas Virus Corona baru di pulau itu.

Rooti Tianaira, seorang guru sekolah dasar di Tarawa, ibu kota pulau itu, mengatakan: "Kami menggunakan moimoto untuk bertahan melawan virus. Ini sangat kaya akan vitamin C dan vitamin A."

“Nenek moyang kita biasa makan kelapa parut dan noni, buah asli lain yang dikenal karena rasanya yang menyengat tetapi memiliki khasiat memberi kesehatan untuk sarapan, dan minum todak asam (jus kelapa fermentasi). Mereka kuat, tanpa penyakit," lanjutnya.

"Jadi sekarang, buah-buahan lokal ini digunakan sebagai obat, untuk membangun sistem kekebalan tubuh kita, itulah idenya. Mereka dijual di kios-kios di pinggir jalan," tambahnya lagi.

 

3. Granul Qinggan Jinhua

Ilustrasi herbal (iStockphoto)

Saat pandemi Corona COVID-19 merebak di wilayah Wuhan -- lokasi yang diyakini sebagai tempat pertama penyebaran virus -- ada banyak warga China yang berupaya menyembuhkan dan menangkal virus dengan obat tradisional.

Salah satunya adalah Granul Qinggan Jinhua dikembangkan selama pandemi influenza H1N1 2009. Ini terdiri dari 12 komponen herbal termasuk honeysuckle, mint dan licorice dan dapat menghilangkan panas dari tubuh dan mendetoksifikasi paru-paru.

Obat ini memiliki efek kuratif dalam mengobati pasien dengan gejala ringan dan sedang dan juga dapat meningkatkan tingkat pemulihan limfosit dan sel darah putih serta menurunkan tingkat kondisi yang memburuk.

 

4. Lianhua Qingwen

Ilustrasi teh herbal (Dok.Unsplash)

Selain itu, alternatif lain yang digunakan oleh warga China adalah obat Lianhua Qingwen.

Lianhua Qingwen sangat umum digunakan untuk pengobatan pilek dan flu. Terdiri dari 13 komponen herbal, ia memiliki efek penyembuhan pada pasien dengan gejala ringan dan membantu meredakan demam, batuk dan kelelahan.

5. Granul Xuanfei Baidu

Ilustrasi Minuman Herbal Empon-Empon Credit: pexels.com/Mareefe

Obat tradisional lain dari China yaitu Granul Xuanfei Baidu, dengan 13 komponen herbal, berasal dari beberapa resep klasik. Obat ini dapat mendetoksifikasi paru-paru dan membersihkan kelembapan dan panas, dan digunakan untuk mengobati pasien dengan gejala ringan dan sedang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa resep tersebut dapat mempersingkat waktu yang diperlukan agar gejala klinis menghilang dan agar suhu kembali normal.

Ini juga dapat secara efektif mencegah pasien dengan gejala ringan dan sedang memburuk.

6. Jamu Madagaskar

Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina menghadiri upacara peluncuran Covid Organics atau CVO di Antananarivo, Madagaskar, pada 20 April 2020. Covid Organics atau CVO merupakan ramuan herbal yang diklaim dapat mencegah virus corona Covid-19. (AFP/Rijasolo)

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina sempat memperkenalkan jamu khas negara tersebut yang ia klaim mampu menyembuhkan dan mencegah penyebaran Corona COVID-19.

Namun, tak dijelaskan apa saja kandungan yang ada di dalam jamu tersebut.

Dikutip dari laman BBC, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti penyembuhan untuk Covid-19 setelah presiden Madagaskar meluncurkan obat herbal tersebut.

Akademi medis nasional negara itu (Anamem) juga telah meragukan kemanjuran ramuan ala Andry Rajoelina yang disebut-sebut sebagai pencegahan dan pengobatan.