Jamuan makan malam delegasi DEWG G20 disambut tarian sri puspa agung

Pertunjukan tari tradisional Bali bernama sri puspa agung ditampilkan untuk menyambut kehadiran para delegasi negara anggota G20 dalam acara jamuan makan malam jelang sidang DEWG yang keempat.

Ni Putu Ari Sidiastini, pelatih tari di Sanggar Paripurna Bona Gianyar, menjelaskan tari sri puspa agung berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu agung dalam suatu acara. Tarian tersebut, lanjut Putu, dipilih sesuai dengan jamuan makan malam yang bertujuan menyambut delegasi DEWG G20.

“Kata ‘puspa’ berarti bunga, ‘agung’ berarti keagungan. Kenapa tari ini yang dipilih karena sebagai pembuka, kami ingin mempersembahkan yang anggun dan menarik, yang membuat para audiens merasa nyaman, terhibur, dan disambut oleh kami sebagai seniman,” kata Putu di Nusa Dua, Bali, Minggu malam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tari sri puspa agung memiliki makna yang lebih menonjolkan keanggunan serta ekspresi wajah penari sehingga dapat menghipnotis penonton agar terasa ikut serta dalam acara yang tengah berlangsung.

“Tarian ini juga sering kami pentaskan di berbagai tempat dan acara, seperti di hadapan pak Jokowi,” tutur Putu.

Menurut Putu, acara-acara besar yang dihelat di Bali, termasuk DEWG G20, merupakan momentum untuk mengambil kesempatan di bidang pariwisata agar turis mancanegara datang kembali ke pulau Dewata.

Selain itu, menurutnya, acara G20 juga membuka peluang untuk mempromosikan kembali budaya Bali mengingat dua tahun terakhir pariwisata Bali sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Putu mengaku Sanggar Paripurna, yang didirikan oleh ayahnya pada 32 tahun lalu, juga terdampak selama dua tahun terakhir karena situasi pandemi.

“Dengan acara ini orang luar bisa tahu, ‘Oh, di Bali ada seperti ini’. Nanti mereka akan cerita ketika mereka pulang. Ini salah satu hal yang positif, acara G20 ini, jadi turis-turis mancanegara bisa datang ke Bali karena kami kan dua tahun ini sudah banyak istirahat (karena pandemi),” katanya.

Sebagai seniman, Putu berharap acara berskala besar di masa mendatang akan terus diselenggarakan di pulau Bali mengingat pentingnya generasi penerus untuk mengembangkan dan memperkenalkan seni tradisi ke dunia internasional.

Baca juga: Chair DEWG G20 ajak delegasi nikmati alam Nusa Dua jelang sidang ke-4

Baca juga: ITF DEWG dukung transformasi digital inklusif dan berkelanjutan

Baca juga: Kemkominfo dukung kemandirian pangan melalui pendampingan UMKM