Janda Cantik Pemilik Toko Emas Diduga Dibunuh

TEMPO.CO, Tangerang-Janda cantik pemilik toko emas, Lina, 47 tahun, ditemukan tewas dengan luka tusuk di perut di dalam rumahnya di Jalan Sukamanah Nomor 38 RT 03/10 Kelurahan Sukasari Kota Tangerang, Selasa 23 Oktober 2012. Kepolisian setempat masih menyelidiki dugaan penyebab kematian itu dengan diantaranya mengumpulkan keterangan tentang daftar kekasih Lina.

Jasad Lina ditemukan tertelungkup di ruang tamu. Keluarga melapor ke polisi pada pukul 16. Namun seorang tetangga di muka rumah mengaku telah mengamati pintu pagar setinggi satu meter di rumah Lina terbuka lebar sejak Pukul 10.

»Ada orang laki-laki saya tidak kenal bilang ke saya, dia lihat seorang pria berkaos putih keluar rumah encik Lina terburu-buru membawa kabur sepeda motor Mio merah B-6008 milik Rosi, anak angkat Lina,” kata dia.

Adik ipar Lina, Kim, mengatakan Lina menjadi korban perampokan sebulan lalu. »Tapi katanya hanya kamera dan jam tangan yang hilang,” kata Kim. Sejak itu Lina kemudian merenovasi rumah dan menyiapkan kunci-kunci pengaman.

Lina menjadi janda setelah suaminya, Piter alias Fitong, meninggal empat tahun lalu karena sakit. LIna mewarisi rumah burung walet dan sebuah toko emas di Pasar Anyar, Tangerang.

Lina disebut-sebut memiliki sejumlah kekasih belakangan ini. »Pacarnya ada yang polisi, preman, dan ada satu lagi itu yang duduk di luar,” kata seorang ibu tetangga samping rumahnya. »Encik orangnya cantik, imut-imut pacarnya banyak,” kata dia lagi.

Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengendus pelaku dugaan pembunuhan Lina. Polisi juga menelusuri jejak pacar-pacar Lina dan orang-orang dekatnya sebagai petunjuk untuk mengungkap pembunuhan sadis itu.

»Dugaan sementara pembunuhan, sedang kami tangani,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metropolitan Tangerang, Komisaris Suharyanto.

 

AYU CIPTA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.