Jangan Ada Orang PSSI di PT LIB, Persipura Jagokan Maruarar Sirait

Riki Ilham Rafles

VIVA – Persipura Jayapura angkat bicara terkait polemik yang ada di internal PT Liga Indonesia Baru (LIB). Posisi Cucu Somantri selaku Direktur sedang digoyang.

Sebabnya adalah keluhan dari Direktur Operasional, Sudjarno, Direktur Bisnis, Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan, Anthony Chandra Kartawira. Mereka mengirimkan kepada klub-klub selaku pemegang saham PT LIB.

Akhirnya PT LIB akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa dalam waktu dekat. Hal itu seperti instruksi PSSI usai menerima surat dari 18 klub Liga 1 2020.

Ada indikasi posisi Cucu bakal digeser. Mengingat purnawirawan Jenderal TNI AD itu sedang terpojok. 

Melihat hal itu, Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano meminta agar kelak pengurus PT LIB jangan lagi ada yang menjabat di PSSI. Karena Cucu sendiri merupakan Wakil Ketua Umum PSSI.

Hal sama juga merujuk kepada Ruddy Kangdra. Dia juga saat ini menjabat sebagai Direktur Bisnis di otoritas tertinggi sepakbola Indonesia.

"Kami sependapat dengan Madura United, lebih baik jangan dari PSSI, dan juga jangan yang terafiliasi dengan klub, agar terhindar dari kepentingan, tidak rangkap jabatan, kecuali posisi komisaris," ujar Benhur.

"Harus orang yang profesional, punya pengalaman menangani event sepakbola skala nasional, dan bila memungkinkan,yang pernah bekerja pada bidang yang sama. Itupun perlu kita minta komitmennya untuk transparan dalam hal keuangan," imbuhnya.

Benhur pun mengajukan tiga nama yang dianggap cocok mengisi posisi di PT LIB. Salah satu yang dijagokan adalah mantan Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait.

"Kalau ditanya siapa yang pantas, menurut kami, ada nama, Maruarar Sirait, Tigor Shalomboboy, dan Tommy Weli. Itu menurut Persipura, silahkan diuji orang-orang ini, menurut kami mereka adalah profesional, transparan, pernah bekerja pada skala nasional, dan punya integritas," tutur Benhur. 

"Ini usulan kami, tidak tahu apakah ketiga orang ini bersedia atau tidak,tapi menurut kami, saat ini mereka yang paling layak mengurus kompetisi kita," imbuhnya.