Jangan Anggap Remeh Gangguan Kecemasan, Ini Tips untuk Mengatasinya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kecemasan sering dikaitkan dengan masalah tidur. Kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan membuat Anda lebih sulit untuk tertidur dan tetap tertidur sepanjang malam.

Kurang tidur dapat memperburuk kecemasan, memicu siklus negatif yang melibatkan insomnia dan gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan adalah masalah kesehatan mental yang paling umum dan kurang tidur diketahui memiliki implikasi negatif yang luas bagi kesehatan secara keseluruhan. Dilansir dari sleepfoundation.org, berikut penjelasannya.

Apa itu Gangguan Kecemasan?

Ilustrasi gangguan kecemasan | unsplash.com/@priscilladupreez
Ilustrasi gangguan kecemasan | unsplash.com/@priscilladupreez

Kecemasan adalah perasaan khawatir dan gelisah. Mengalami kecemasan sesekali sebagai respons terhadap situasi yang menakutkan atau stres adalah hal yang wajar.

Pada gangguan kecemasan, tekanan ini menjadi berlebihan. Ketakutan tidak sebanding dengan situasi, dan kekhawatiran dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Perasaan ini menjadi terus-menerus, terjadi hampir setiap hari selama enam bulan atau lebih.

Seperti Apa Rasanya Cemas?

Ilustrasi Gangguan Kecemasan saat Rebahan Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Gangguan Kecemasan saat Rebahan Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Gejala gangguan kecemasan dapat memengaruhi orang baik secara emosional maupun fisik. Orang dengan kecemasan mungkin merasa sangat gugup dan gelisah.

Ini dapat memengaruhi konsentrasi dan suasana hati mereka, yang menyebabkan mudah tersinggung dan gelisah. Ketakutan atau rasa cemas yang akan datang bisa tidak terkendali.

Secara fisik, gangguan kecemasan dapat memicu otot tegang, pernapasan dan detak jantung cepat, berkeringat, gemetar, gangguan pencernaan, dan kelelahan.

Banyak orang dengan gangguan kecemasan berusaha menghindari situasi yang dapat memicu kekhawatiran yang meningkat namun, tidak menyelesaikan ketakutan yang mendasarinya dan dapat mengganggu aktivitas profesional ataupun pribadi.

Seiring waktu, seseorang dengan gangguan kecemasan mungkin terbiasa merasa khawatir sehingga keadaan tertekan atau ketakutan tampak normal baginya.

Sementara itu gangguan kecemasan dapat terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi. Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA), hampir 50% orang dengan depresi didiagnosis mengalami gangguan kecemasan.

Apa Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan?

Ilustrasi Menyendiri dan Kecemasan Credit: freepik.com
Ilustrasi Menyendiri dan Kecemasan Credit: freepik.com

1. Gangguan Kecemasan Umum (GAD)

Orang dengan GAD memiliki kekhawatiran yang signifikan dan seketika dapat membayangkan banyak hal yang dapat menyebabkan rasa kecemasan secara menyeluruh.

2. Gangguan Panik

Ketakutan yang sangat intens, yang dikenal sebagai serangan panik, yang biasanya berlangsung selama beberapa menit pada suatu waktu.

3. Fobia Spesifik

Fobia spesifik adalah ketakutan intens yang disebabkan oleh pemicu tertentu. Beberapa fobia spesifik yang paling umum termasuk agorafobia (takut akan ruang terbuka atau tertutup, berada di keramaian, atau berada di luar rumah sendirian) dan kecemasan dari perpisahan.

4. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Pada OCD, seseorang terobsesi dengan suatu masalah dengan cara yang negatif sehingga menimbulkan kecemasan, dan ini menyebabkan suatu keterpaksaan. Upaya mereka untuk mengendalikan atau menghilangkan kecemasan tersebut. Dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari.

5. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

Kondisi ini dapat muncul setelah seseorang dihadapkan pada situasi yang menyakitkan atau mengganggu. Seperti peristiwa yang membuat stres, dan merasa gelisah.

Cara Menenangkan Kecemasan dan Tidur Lebih Baik

Health Anxiety: Saat Mencemaskan Kesehatan Justru Membuat Sakit
Health Anxiety: Saat Mencemaskan Kesehatan Justru Membuat Sakit

Meskipun dampak dari gangguan kecemasan bisa sangat besar, mereka adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang paling dapat diobati. Tetapi ada perawatan yang dapat membantu mengurangi kecemasan.

Setiap orang yang memiliki kecemasan terus-menerus dan masalah tidur, harus berbicara dengan dokter yang dapat menilai situasi mereka dengan baik dan mendiskusikan manfaat dari pengobatan mereka.

Terapi perilaku kognitif adalah pengobatan umum untuk gangguan kecemasan. Ini adalah jenis terapi bicara yang berfungsi untuk mengarahkan kembali pemikiran negatif, dan telah berhasil mengurangi kecemasan.

Beberapa jenis obat disetujui untuk mengobati gangguan kecemasan termasuk obat anti-kecemasan, antidepresan, dan beta-blocker.

Obat-obatan ini dimaksudkan untuk mengurangi gejala daripada menyembuhkan kecemasan. Istirahat yang lebih baik dapat membantu memerangi perasaan cemas.

Membangun kebiasaan tidur yang sehat dapat membuat tidur menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan memfasilitasi rutinitas yang konsisten untuk meningkatkan kualitas tidur.

Langkah-Langkah sebelum tidur

Ilustrasi Kecemasan Credit: pexels.com/PolineZimmerman
Ilustrasi Kecemasan Credit: pexels.com/PolineZimmerman

Langkah-langkah untuk meningkatkan kebersihan tidur termasuk membuat tempat tidur Anda lebih nyaman, menghilangkan sumber gangguan tidur seperti cahaya dan kebisingan, serta menghindari kafein dan alkohol pada sore dan malam hari.

Mencoba teknik relaksasi dapat membantu mengidentifikasi cara untuk menghilangkan kecemasan dan membuatnya lebih mudah untuk tidur dengan cepat dan damai.

Latihan relaksasi mungkin merupakan salah satu komponen dapat menghilangkan siklus kekhawatiran dan perenungan.

Pernapasan dalam, meditasi kesadaran, hanyalah beberapa pendekatan relaksasi yang dapat membantu menenangkan pikiran sebelum tidur atau jika Anda terbangun di malam hari.

Penulis

Fayola Gishlaine

Universitas Mutimedia Nusantara

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: