Jangan Anggap Remeh Nyeri Kronis, Efeknya Fatal

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVANyeri Kronis adalah sebuah penyakit yang tidak dapat dianggap remeh. Biasanya nyeri kronis yang timbul pada bagian punggung, nyeri sendi dan nyeri yang disebabkan oleh gangguan saraf dirasakan oleh para penderitanya dalam waktu yang sangat panjang.

Dokter spesialis bedah Orthopedi, dr. Petrasama, SpOT menjelaskan, nyeri kronis adalah rasa nyeri yang tidak dapat ditangani dalam jangka waktu yang cukup lama. Rasa nyeri seperti ditusuk jarum, bahkan tingkat rasa nyeri seperti luka bakar menjadi ‘hantu’ yang menakutkan bagi para penderitanya.

"Nyeri kronis adalah nyeri yang tidak ditangani dengan adekuat yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Nyeri kronis bisa terjadi pada pasien yang tidak mendapatkan terapi nyeri yang adekuat sehingga stimulasi nyeri terjadi berkepanjangan," kata dr. Petrasama, SpOT, dalam keterangan tertulisnya.

Lebih jauh lagi beliau menjelaskan, rasa nyeri pada penderita nyeri kronis berkepanjangan biasanya terjadi bagi para penderita yang mengidap sejumlah penyakit. Seperti ditusuk-tusuk jarum pada bagian tertentu itu sangat mengganggu setiap penderitanya.

Bahkan lanjut dr. Petra, nyeri kronis dapat mempengaruhi psikologis seseorang. Rasa nyeri yang dirasakan para penderita yang teramat sakit dalam kurun waktu yang panjang sudah dapat dipastikan akan membuat seseorang merasa tidak nyaman dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Menurutnya, nyeri kronis dapat menyebabkan kualitas hidup seseorang berkurang. "Pasien yang mengalami nyeri kronis akan mudah merasa marah, tidak berdaya, sedih dan cemas berkepanjangan. Kondisi psikologis seperti ini tentunya mempengaruhi kualitas hidup pasien," ujarnya.

Cara atasi nyeri kronis

Pengobatan nyeri kronis dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa sering nyeri itu terjadi. Para ahli nyeri telah menggunakan beberapa cara untuk mengobati para penderita nyeri kronis.

Mulai dari obat aintiinflamasi non steroid (OAINS) hingga morphine menjadi obat-obatan yang diresepkan oleh para dokter spesialis untuk mengatasi penyakit yang dialami oleh para penderitanya.Seiring berkembangnya teknologi dalam dunia medis, pakar telah menemukan obat nyeri yang lebih efektif.

Saat ini para ahli dibidang pain telah menemukan salah satu cara untuk membantu para pasien atau penderita nyeri kronis, yaitu dengan melakukan Terapi Neuromodulasi dengan menggunakan dua jenis alat terapi yang saat ini sudah resmi dibawa oleh PT. Sonna Medika Jaya ( SOMEDA) yang merupakan distributor resmi dari produk Neuromodulation yaitu SCS (Spinal Cord Stimulation) dan TDD (Targeted Drug Delivery).

Managing Director PT. SOMEDA, Handyono, S.Farm, menyatakan, terapi SCS akan menghambat sinyal nyeri untuk sampai ke otak. Sama dengan SCS, terapi TDD juga bersifat aman dan terbukti efektif dengan efek samping yang lebih sedikit dan dosis lebih rendah dibandingkan dengan obat oral. Terapi ini mengirimkan obat secara langsung ke Intrathecal.

Hal serupa juga disampaikan oleh dr. Petrasama, SpOT, terapi SCS adalah salah satu cara penanganan bagi para penderita nyeri kronis yang cukup efektif untuk membantu penghilang rasa nyeri bagi para pasien dapat melakukan aktivitas sebagaimana biasanya tanpa cemas dengan rasa nyeri.

“SCS atau Spinal Cord Stimulation secara efektif berperan dalam penanganan nyeri kronis. Selain itu, TDD atau Targeted Drug Delivery juga dapat digunakan untuk cancer pain, dengan cara memberikan injeksi morfin pada pump yang secara otomatis akan mengalirkan obat tersebut ke intrathecal melalui kateter yang di implant dalam tubuh," tuturnya.