Jangan Anggap Sepele, Ini Manfaat Rutin Mencatat Siklus Menstruasi

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Siklus menstruasi dialami oleh tiap wanita dengan rentang yang berbeda. Memonitor siklus menstruasi seringkali terlupakan, padahal aktivitas ini berperan sangat esensial dalam seluruh tahapan hidup perempuan sejak konsepsi sampai usia lanjut, termasuk untuk perencanaan keluarga.

Kesadaran individu untuk memahami konsep kesehatan reproduksi dengan memonitor siklus menstruasinya secara berkala dan intensif dapat menjaga kualitas sistem reproduksi sedari dini. Selain itu, memonitor siklus menstruasi mampu mengantisipasi risiko penyakit reproduksi hingga usia lanjut, serta perencanaan keluarga yang lebih matang.

“Monitor siklus menstruasi memang terkesan mudah, namun berdampak sangat besar, tidak hanya bagi individu itu sendiri, tapi juga mendukung kesejahteraan perempuan pada umumnya serta memastikan generasi yang sehat dan berkualitas. Sering kali banyak isu terkait kesehatan reproduksi yang akar permasalahannya dapat lebih mudah teridentifikasi jika pasien mengetahui masa menstruasi mereka," ujar Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Kartika Cory, SpOG diskusi virtual #HaloTalks Vol. 4 bertajuk “Mencatat Periode Menstruasi: Hal Mudah, Berdampak Besar”, Rabu, 25 November 2020.

Memantau siklus menstruasi turut membantu perencanaan kehamilan dengan matang. Sebab, kehamilan yang tak dipersiapkan meningkatkan risiko kematian pada ibu dan anak. Juga, membuat tingkat keparahan saat terpapar COVID-19 bagi ibu hamil dan risiko melahirkan secara prematur lebih tinggi.

Perlu diingat, jangan anggap sepele keluhan seputar menstruasi karena bisa jadi berhubungan dengan hal lain yang lebih serius. Seperti Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) atau gangguan hormonal yang menyebabkan peningkatan volume ovarium/sel telur yg terdiri dari folikel-folikel kecil berisi air sehingga gambarannya menyerupai kista-kista kecil.

Ada pula, Premenstrual Syndrome (PMS) yang sifatnya hormonal, atau Dysmenorrhoea atau kram perut akibat kontraksi pada rahim. Serta, Menorrhagia atau pendarahan berlebihan dalam waktu yang berlangsung lama, juga Amenorrhoea atau kondisi saat perempuan tidak mengalami haid dalam periode tertentu yang bisa jadi tanda ketidaksuburan.

"Banyak sekali manfaat mengenali siklus menstruasi seperti mendeteksi anomali untuk menghindari penyakit reproduksi sejak dini, memantau siklus subur untuk program KB, identifikasi usia kehamilan, maupun perencanaan aktivitas bagi mereka yang memiliki implikasi sakit yang serius saat dalam keadaan menstruasi," paparnya.

Untuk menghitung siklus menstruasi, dr. Kartika mengatakan, setiap perempuan memiliki siklus yang umumnya berjarak 21-35 hari sejak hari pertama menstruasi di bulan sebelumnya. Yang harus diperhatikan juga adalah periode berlangsungnya menstruasi yang umumnya berlangsung antara 3-7 hari.