Jangan Asal, Ini 5 Seni Menegur Anak Secara Bijak

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 3 menit

VIVA – Saat anak berbuat salah atau kurang tepat, orangtua seringkali tersulut emosi dan lantas menegur tanpa arahan. Padahal, menegur anak harus ada seni secara bijaksana agar ia mampu memahami tujuan baik yang kita maksud.

Orangtua yang bijak, sudah seharusnya membuat anak mampu memahami maksud dari larangan yang diberikan. Hanya saja, hal tersebut sulit dicapai lantaran orangtua tak menerapkan cara tepat saat menegur buah hatinya.

"Kita berharap, saat mereka melakukan sesuatu yang menurut kita itu suatu kekhilafan, kita boleh menegur. Padahal, menegur ada seni, agar anak tidak tersinggung tapi tersentuh," ujar dr. Aisyah Dahlan, dalam tayangan Youtube.

Lantas, apa saja yang perlu dilakukan orangtua untuk bisa menegur dengan tepat? Berikut 5 seni menegur yang berhasil dirangkum.

Disiplin

Pertama, mengajarkan disiplin pada anak adalah hal sangat penting. Dengan kedisiplinan, anak memahami aturan yang berlaku untuk kebaikannya dan mengerti bahwa larangan yang diberikan bisa berdampak buruk. Seni mendisiplinkan anak dimulai dengan memberi aturan sejak dini.

"Biasanya kita belum kasih tahu aturan, anak sudah melakukan tak sesuai kemauan kita, kita marah. Tips pertama agar anak tersentuh adalah beritahu dulu apa peraturan yang orangtua harapkan," bebernya.

Citra diri

Pembentukan citra diri anak berasal dari label yang diucapkan siapapun, khususnya ibu. Apalagi, otak anak di usia 3 tahun merupakan perekam yang hebat sehingga kata demi kata akan teringat dengan begitu detail.

"Label membentuk citra diri anak, anak langsung merekam apa yang diucapkan ibu karena ibu yang melahirkannya. Seorang anak selalu berharap, siapapun yang ngatain dia, ibunya yang memujinya. Kalau ibunya yang ngatain, hancur hatinya," ungkap Aisyah Dahlan.

Apalagi, akhlak anak sama dengan ibunya. Sehingga perkataan yang dilontarkan pada si kecil, akan berbalik pada ibunya. "Akhlak anak sama dengan akhlak ibu. kalau bilang anak ibu bodoh, artinya ibu juga bodoh," terangnya.

Meminta maaf

Tak sedikit para ibu yang menyalahkan diri sendiri atas sikap anak yang kurang baik. Padahal, sikap menyalahkan itu bisa berdampak bahaya.

"Ganti rasa bersalah ibu dengan rasa kurang. Kalau menyalahkan diri sendiri nanti sakit, lama-lama menyalahkan Allah. Itu bahayanya rasa bersalah. Kalau rasa kurang bisa kita tambah," ungkapnya.

Jika hal itu terjadi, diharapkan agar bisa memperbaiki kekurangan anak dengan menambahkan sikap yang lebih tepat. Cara paling ampuh, kata Aisyah Dahlan, terdapat empat hal utama yang perlu dilakukan seorang ibu.

"Maafkan diri, minta ampun pada Allah, maafkan anak, minta maaf pada anak. Agar memori yang lalu bisa menipis sehingga keburukan kita pada anak di masa lalu perlahan bisa diperbaiki," jelasnya.

Hargai pribadinya

Biasanya, para orangtua yang melihat anak berbuat salah, cenderung menyalahkan pribadi anak. Familiar dengan kalimat "kamu pembohong", "kamu pencuri", atau "kamu pemalas"? Nyatanya, itu dapat membuat kepribadian anak rusak.

"Tegur perilakunya, pelakunya tetap dihargai. Kalau bilang ‘kamu pembohong’, itu merusak pelaku. Kalau bilang, ‘Nak kamu kayaknya bohong sama bunda’, itu menegur perilaku," jelasnya.

Teguran dengan awalan "pe", merupakan bentuk perkataan buruk pada kepribadian pelaku. Untuk itu, Aisyah Dahlan menyarankan agar orangtua menegur perilaku anak saja saat ia keliru.

"Pertama, tegur perilaku anak yang keliru, lalu puji anak sebagai pribadi yang baik. Hargai pribadi anak dengan citra diri positif," terangnya.

Berbuat lembut

Lemah lembut adalah sikap penting yang harus ada pada seorang ibu. Sikap ini sangat krusial apabila anak meminta sesuatu yang di luar nalar. Dengan lemah lembut, ibu bisa menolak seraya memberi pemahaman yang tepat.

"Berbuat lembut kepada anak bukan berarti harus turuti kemauan anak. Harus musyawarah, pahami dulu kemauan anak. Setelah itu, respons dengan arahkan secara kasih sayang untuk batasi mana yang boleh dan tidak," tegasnya.

Terakhir, tips yang diberikan Aisyah Dahlan agar para ibu tetap kuat saat mendidik anak ketika sulit ditegur dengan baik, yakni membaca istighfar. Hal itu diiringi dengan mengusap lembut bagian kepala ibu.

"Ubun-ubun dibacakan istighfar agar program kekuatan ibu yang keluar," terangnya.