Jangan Asal Investasi Properti, Cari Tahu Dulu Untung Ruginya

Liputan6.com, Jakarta Investasi dalam bentuk properti semakin populer. Nilai investasi yang besar tidak mengurungkan niat untuk mendapatkan manfaat yang akan diperoleh nantinya. 

Tanah maupun properti merupakan sebuah investasi yang menguntungkan. Dilihat dari kebutuhan terhadap properti, semakin hari semakin banyak yang membutuhkan. 

Populasi penduduk yang semakin tinggi, namun jumlah lahan atas tanah tetap atau malah berkurang. Namun, apa saja untung rugi dari investasi properti ini? Simak ulasan berikut ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Butuh Uang yang Banyak untuk Membelinya

Properti merupakan produk yang bisa dibeli dengan uang tak sedikit. Populasi penduduk terus meningkat, dan berbanding terbalik dengan luas lahan yang tersedia.

Semakin banyak orang yang membutuhkan properti sementara ketersediaan terbatas, maka harganya pun pasti mahal. Maka, Anda harus menyiapkan dana yang tak sedikit untuk bisa membelinya.

2. Benarkan Investasi Properti Bikin Untung Besar?

Ilustrasi Investasi Properti (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Dengan keterbatasan lahan di tengah permintaan terus meningkat, maka menunjukkan bahwa harga dari sebuah properti akan selalu meningkat setiap tahunnya. Baik dalam jangka pendek maupun panjang sekalipun tetap bisa memberikan keuntungan.

Jangka waktu yang pendek ini seperti ketika Anda membeli sebuah properti kemudian Anda perbaiki, lalu dijual dengan harga cukup tinggi karena nilai properti tersebut otomatis meningkat.

Hal itulah yang memberikan manfaat positif pada investasi properti. Tapi, ada banyak faktor lainnya yang membuat properti itu benar-benar bsia menguntungkan, yakni lokasi yang strategi dan fasilitas di sekitar yang menunjang.

Tanpa faktor-faktor pendukung lainnya itu, maka bisa untung besar dari investasi properti hanya sebatas angan semata. Maka, perhatikan faktor-faktor pendukung yang ada di sebuah properti untuk investasi itu.

3. Apakah Bisa Mendapatkan Penghasilan Pasif?

Properti juga bisa memberikan pendapatan pasif. Hal itu bisa Anda dapatkan ketika kepemilikan properti bisa disewakan, dikontrakkan, atau dalam bentuk lainnya yang memberikan penghasilan kepada Anda tanpa harus bekerja aktif.

Jika properti itu hanya dibiarkan saja, mana mungkin bisa mendatangkan penghasilan pasif. Maka pintar-pintarlah memutar investasi properti untuk bisa menjadi pendapatan walau Anda sedang tidur.

4. Properti Memang Bisa Menjadi Jaminan untuk Agunan

Ilustrasi investasi Properti (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Properti menjadi senjata paling ampuh dalam mendapatkan modal usaha. Atau ketika Anda menggunakannya untuk membeli properti lain. Jika Anda benar-benar memahami seluk beluk properti tersebut Anda bisa mendapatkan banyak manfaat dari properti tersebut.

Dengan menjadikannya agunan, tentu saja nilai yang Anda dapatkan juga sangat tinggi. Hal itu sesuai dengan nilai dari properti yang Anda miliki. Tapi nilai agunan itu juga tidak serta merta tinggi, tapi juga disesuaikan dengan kondisi properti tersebut.

5. Apakah Properti itu Tidak Mengalami Penurunan Nilai Tukar (Inflasi)?

Nilai tukar uang selalu mengalami penurunan. Berbeda dengan properti yang berlaku sebaliknya. Inflasi tidak akan memengaruhi nilai dari sebuah properti. Investasi dalam bentuk properti tersebut juga bisa bertahan sampai kapanpun, asalkan kondisinya memang masih layak huni.

6. Bisa Merugikan bila dalam Kondisi Kosong atau Terbengkalai

Beberapa potret sudut rumah sakit terabaikan di Jepang berikut ini bakal sukses bikin kamu merinding! Horor banget! (Via: boredpanda.com)

Biaya perawatan dari sebuah properti terkadang tidak murah. Apalagi jika kondisi properti tersebut sudah lama terbengkalai atau kosong tak berpenghuni. Sehingga akan menyebabkan membengkaknya biaya pada perawatan properti.

Terjadinya kekosongan ini juga akan membuat properti tidak ada yang merawat. Ketika hal itu terjadi, rumah atau bangunan apapun akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Selain itu, tidak ada pendapatan pasif dari tidak adanya penyewa. Hal ini disebabkan beberapa hal, mulai dari letaknya yang kurang strategis, minimnya peminat, informasi yang kurang, dan lain sebagainya.

7. Ingat, Proses Perputaran Uang dari Properti itu Lambat/Tidak Likuid

Harga yang terlalu tinggi dari properti tentu juga menyulitkan dalam penjualan. Akan menghabiskan waktu yang relatif lama dalam transaksi jual beli. 

Hal itu disebabkan karena sifat properti yang tidak likuid. Padahal semakin likuid sifat sebuah produk, maka semakin cepat akses perputaran uangnya.

Dengan kondisi semacam ini, Anda harus benar-benar siap dalam bisnis properti. Dan jangan lakukan ketika tidak memahami risiko tersebut.

8. Ada Risiko Kerusakan Properti karena Bencana

Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Properti juga mempunyai risiko kerusakan yang tinggi. Apalagi kita berada di kawasan yang rawat bencana. Mulai dari gempa bumi, angin, banjir, dan lain sebagainya.

Ketika terjadi beberapa hal yang menyebabkan kerusakan pada properti tentunya akan banyak sekali biaya yang bisa dikeluarkan. Dimana biaya perbaikan akan sangat mahal. 

Risiko ini tetap harus dipertimbangkan bagi Anda yang ingin berinvestasi properti. Sehingga perlu adanya perhitungan terkait dengan lokasi dari properti yang Anda miliki. 

Risiko-risiko tersebut bisa mendatangkan kerugian yang sangat besar ketika Anda tidak siap dalam menghadapinya. 

Meski nilai manfaatnya yang sangat besar, namun ketika Anda tidak menghiraukan risiko yang bisa terjadi tersebut, maka hal yang sebaliknya bisa Anda dapatkan.

Untung rugi dalam investasi properti ini harus diketahui terlebih dahulu sebelum Anda benar-benar ingin berinvestasi. 

Pertimbangkan dengan Baik

Perhitungan yang matang, rencana yang tepat, dan juga keseriusan diperlukan dalam investasi properti. Mempertimbangkan segalanya sebelum memutuskan untuk investasi properti sangatlah dianjurkan. Anda juga harus memperhatikan hal-hal apa saja ketika sudah memiliki properti tersebut agar tetap memberikan nilai jual yang tinggi.

Jadi, siapkah Anda berinvestasi untuk properti? Jawabannya, ada pada diri Anda sendiri, dan juga tentunya dukungan dari orang-orang di sekitar Anda. Sehingga Anda benar-benar mendapatkan manfaat yang terbaik dari investasi properti tersebut.