Jangan Asal Olahraga, Berlebihan Malah Bikin Drop

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Imunitas tubuh menjadi pertahanan paling utama dalam melawan serangan virus dan bakteri, termasuk COVID-19. Salah satunya melalui olahraga yang tepat dengan durasi yang ideal serta gerakan yang baik.

Dalam menjaga imunitas, dibutuhkan pola hidup yang seimbang untuk dijalankan secara rutin. Pilihan asupan yang sehat dan bergizi, termasuk salah satu yang perlu dilakukan untuk memperkuat imunitas.

Selain itu, olahraga juga penting dijalani untuk membuat sel-sel di dalam tubuh lebih sehat. Namun, olahraga tak bisa asal dilakukan jika ingin mendapatkan manfaatnya dengan maksimal.

Dipaparkan pakar kesehatan masyarakat, dr. Rizal Alaydrus, MPH, dalam acara VIVATalk oleh VIVA.co.id, olahraga yang dilakukan untuk menjaga imunitas bisa berupa apa saja. Perlu dipahami, aktivitas seperti jalan santai atau membersihkan rumah tak bisa termasuk sebagai bentuk berolahraga.

"Olahraga apa saja bebas. Tapi dengan tipe moderate atau sedang. Paling tidak bisa berkeringat, olahraga harus menggerakan seluruh badan. Benar-benar olahraga bukan aktivitas biasa," paparnya, beberapa waktu lalu.

Olahraga secara moderate adalah yang tidak bergerak berlebihan, sehingga malah memicu tubuh drop. Bukan hanya itu, olahraga juga perlu dilakukan secara bertahap, dan tidak dalam satu waktu saja.

"1 minggu 120-150 menit. Itu total ya. Butuh 3-4 hari, bisa sama sekitar 30-40 menit. Enggak bisa langsung seharian saja olahraga 120 menit," kata dia.

Ia menyarankan agar saat berolahraga memakai aplikasi smart watch untuk mendeteksi detak jantung. Dengan begitu, olahraga bisa dilakukan secara perlahan dan membuat produksi imunitas tubuh meningkat.

"Deteksi heart rate maksimum dengan smart watch. 60-80 persen dari heart rate maksimum sekitar 160. Olahraga apapun bisa, renang, sepeda, lari tapi bukan sekadar jalan kaki biasa," tuturnya.