Jangan Asal Pilih, Ini 5 Tips Pilih Camilan Sehat untuk Si Kecil

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 4 menit

VIVA – Hampir semua anak Indonesia (97,7 persen) mengonsumsi lebih banyak camilan dan minuman kemasan dibandingkan aneka sayur ataupun buah-buahan. Untuk itu, para ibu mesti cermat dalam memilih makanan ringan di sesi camilan si kecil agar kebutuhan nutrisinya tercukupi.

Menurut dokter anak, diperkirakan bahwa 15-25 persen penyakit anak-anak disebabkan karena pola makan yang kurang tepat, termasuk kebiasaan mengkonsumsi camilan kurang sehat. Menurut dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), dokter spesialis anak di RS Brawijaya Antasari, tak pernah ada kata terlambat dalam menumbuhkan kebiasaan ngemil yang baik pada anak.

“Ketika anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah seperti saat pandemi ini, ia cenderung mengkonsumsi lebih banyak camilan karena rasa bosan beraktivitas seharian di rumah. Sebaliknya, ini dapat menjadi momentum emas bagi orang tua untuk menumbuhkan kebiasaan baru, yakni memilih camilan yang lebih baik," ujar Attila, dalam keterangan pers Paddle Pop.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan para orangtua adalah kandungan kalori, gula, serta lemak. Camilan yang dianjurkan menurut acuan World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, yakni asupan makanan ringan yang memiliki standar nutrisi tinggi dengan kandungan buah dan susu. Serta, kebutuhan kalori sebanyak 110 kkal, 12 gram gula, dan 3 gram lemak jenuh. Tak lupa, makanan ringan tersebut harus telah mendapatkan ijin edar dari BPOM.

“Hal yang paling penting adalah, orangtua harus bisa memberikan teladan yang baik, karena anak-anak akan meniru gaya hidup atau pola ngemil orangtuanya," kata Atilla.

Upaya menumbuhkan kebiasaan baik pada anak memang perlu dilakukan, dan sebaiknya bermula dari rumah dengan para orangtua dan caretakers sebagai contoh baik. Berikut beberapa tips seru dari Paddle Pop yang bisa membantu menumbuhkan kebiasaan ngemil yang baik pada anak.

Libatkan anak dalam pemilihan camilan

Supaya anak semakin paham tentang berbagai jenis camilan yang ada di pasaran, yuk libatkan mereka dalam proses pemilihannya! Orangtua dan caretakers bisa membuat jadwal mingguan dan berdiskusi dengan anak tentang camilan apa saja yang mereka inginkan.

Apakah camilan tersebut baik atau tidak, dan berapa banyak yang bisa mereka konsumsi per hari. Selalu berikan alasan yang bisa dimengerti anak saat melarang atau menyuruh anak makan camilan tertentu.

Catat cemilan favorit anak dan bandingkan kandungannya

Apa saja camilan favorit anak selama ini? Apakah kandungan kalori dan gulanya tidak berlebih untuk kebutuhan gizi hariannya? Yuk evaluasi kebiasaan ngemil selama ini dengan membuat tabel yang sederhana untuk ditempel di pintu kulkas. Dengan tabel informatif ini, ajari anak membandingkan dan memilih camilan paling baik untuk sesi ngemil berikutnya.

Sesuaikan dengan selera anak

Cemilan di pasaran memang beragam, tapi tidak semua baik untuk dikonsumsi anak. Memilih cemilan yang baik bukan berarti memaksakan anak-anak mengkonsumsi makanan yang kurang mereka sukai.

Tugas utama orangtua dan caretakers adalah untuk menjaga keseimbangan itu, yakni memilih camilan yang disukai anak, tapi dengan mengatur porsi atau memilih kandungan yang tepat untuk kebiasaan tubuhnya.

Misalnya, jika anak gemar menikmati es krim, pilihlah es krim yang mengandung kebaikan susu dan buah seperti Paddle Pop, yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Bikin sesi edukasi jadi fun dengan permainan

Yuk ajak anak belajar tentang camilan baik dengan cara yang fun! Misalnya dengan bermain ular tangga ataupun mengisi teka-teki silang yang seru.

Faktanya, anak-anak belajar dengan menggunakan lima indera mereka, mulai dari sentuhan, visual, hingga pendengaran. Oleh karena itu, belajar dengan bermain menjadi cara efektif untuk menanamkan pengetahuan baik ke dalam mindset anak.

Berikan teladan yang baik

Orang tua adalah dua tokoh yang paling krusial dan menjadi role model bagi anak-anak, bahkan hingga mereka beranjak dewasa. Apapun yang dilakukan dan dikatakan oleh orang tua akan menentukan karakter, sikap, kepercayaan, dan bahkan pola gaya hidup anak.

Semakin dekat dengan anak, semakin tinggi pula level pengaruh yang diberikan orangtua terhadap kehidupannya. Kalau ingin anak terbiasa ngemil dengan baik, maka berikan juga teladan yang baik di rumah dengan mengkonsumsi camilan yang baik, sesuai dengan kebutuhan gizi harian, dengan porsi yang proporsional.

“Paddle Pop berkomitmen menjadi mitra bagi orang tua dalam memberikan camilan baik untuk anak. Tidak hanya menghadirkan produk yang berkualitas dan baik dikonsumsi masyarakat, kami juga turut mengedukasi dan berkomunikasi langsung dengan orang tua, karena kami percaya merekalah pembuat keputusan utama dalam menentukan camilan baik untuk anak,” tutur Memoria Dwi Prasita, Head of Marketing Ice Cream Unilever Indonesia.

Orang tua yang memberikan contoh positif dalam memilih makanan dan camilan sehat, pada akhirnya akan mewariskan kebiasaan baik pada anak, di mana mereka terbiasa mengonsumsi makanan dan camilan sehat pula.