Jangan Biarkan Satelit Menjajah Luar Angkasa

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dalam beberapa tahun terakhir bentuk satelit menjadi lebih kecil, lebih murah, dan lebih mudah dibuat. Beberapa di antaranya bahkan beratnya hanya satu gram. Artinya, akan ada lebih banyak organisasi/perusahaan, sebagai operator satelit, akan mampu mengirimnya ke luar angkasa dengan segala kemudahan dan keringkesannya.

Bukan hanya satu tapi saat ini operator satelit mulai meluncurkan mega konstelasi, yaitu kelompok ratusan bahkan ribuan satelit kecil yang bekerja secara bersama-sama yang dikirim ke orbit di sekitar Bumi, menurut laman Space, Jumat, 12 Maret 2021.

Baca: Sampah Juga Bertebaran di Angkasa

Alih-alih satu satelit besar, sekelompok satelit kecil ini, pelan-pelan, bisa 'menjajah' seluruh Bumi sekaligus. Operator sipil, militer maupun swasta sudah banyak menggunakan mega konstelasi untuk mencakup Bumi secara global dan berkelanjutan.

Konstelasi dapat menyediakan berbagai fungsi, termasuk pemantauan iklim, manajemen bencana, atau konektivitas digital seperti broadband satelit. Tetapi, untuk mencakup keseluruhan Bumi dibutuhkan mega konstelasi dalam jumlah besar.

Artinya, sekelompok satelit ini harus mengorbit di dekat permukaan Bumi untuk mengurangi gangguan jangkauan dan penundaan komunikasi. Jika demikian, maka akan ada banyak mega konstelasi yang menempati area ruang yang sudah sangat padat, atau disebut orbit rendah Bumi yang jaraknya 100 hingga 2.000 kilometer di atas permukaan.

Oleh karena itu, akan ada banyak masalah jika hal ini terjadi. Mulai dari bahaya sampah antariksa hingga menghalangi pandangan kita ke langit malam. Pergeseran tren menuju mega konstelasi juga merupakan tantangan bagi tata kelola ruang angkasa secara global.

Saat ini ada hampir tiga ribu satelit aktif di orbit Bumi dan akan lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang. Jika orbit rendah Bumi menjadi penuh sesak dengan satelit dan mega konstelasi maka menghindari tabrakan akan menjadi lebih sulit.

Pada September 2019 misalnya, Badan Antariksa Eropa (ESA) menembakkan booster di salah satu satelitnya agar tidak menghalangi satelit lain. Jika tidak, maka keduanya akan bertabrakan. Karena orbit menjadi lebih padat jadi diperlukan lebih banyak manuver penghindaran tabrakan serta komunikasi yang lebih baik antar operator satelit.

Dengan demikian, harus ada upaya untuk pelacakan satelit dan manuver menghindari tabrakan. Sebuah sistem harus memberi peringatan operator satelit tentang potensi jalur tabrakan dan koreksi jalur, apabila memungkinkan. Seluruh negara anggota PBB sangat diharapkan membahas mega konstelasi secepat mungkin.