Jangan Buang Sampah Dapur! 4 Langkah Mudah Ini Membantumu Membuat Pupuk Kompos

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Bagi Sahabat Fimela yang baru mengenal pengomposan, atau mereka yang hanya ingin meningkatkan tumpukan kompos yang ada perlu mengetahui bahwa sampah dapur dapat diolah menjadi pupuk kompos. Selain lebih ramah lingkungkan, ini juga bermanfaat untuk memberikan nutrisi pada tanaman. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantumu untuk membuat pupuk kompos sendiri di rumah.

Memilah dan Memilih Sampah

Sampah tergolong menjadi dua yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan. Sedangkan sampah anorganik yaitu sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati. Untuk membuat pupuk kompos yang pertama kali dilakukan adalah pilih sampah sesui dengan jenisnya. Sendirikan antara sampah organik dan anorganik. Sampah yang dapat dijadikan pupuk yaitu sampah organik. Cincang sampah organik, menjadi ukuran yang lebih kecil.

Siapkan Wadah untuk Pengomposan

Siapakna wadah untuk melakukan pengomposan. Pengomposan dapat dilakukan dengan menggunakan drum atau menggali lubang di tanah. Jika menggunakan drum, baiknya berikan celah pada beberapa titik bagian bawah drum. Usahakan drum tidak bersentuhan langsung dengan tanah, supaya tidak terkena air.

Mulai Pengomposan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/sasirin pamai
Ilustrasi/copyrightshutterstock/sasirin pamai

Masukkan semua sampah organik kedalam wadah tersebut, tambahkan EM4 untuk membantu proses pembusukan supaya lebih cepat. Tutup drum menggunakan alumunium foil, atau kresek hitam, supaya menghasilkan udara yang panas di dalam drum. Tunggu beberapa hari hingga kompos terurai. Jika hendak membuat kompos lagi, sebaiknya campurkan sampah organik yang baru dengan pupuk yang sudah jadi tanpa harus menambahkan bahan EM4. Serta aduk kompos setiap seminggu sekali.

Kompos Siap Digunakan

Kompos yang sudah memasuki waktu 5-6 minggu sudah dapat digunakan untuk pupuk. Patikan semua bahan mengalami penguraian yang sempurna tanpa menyisakan bau busuk yang menyengt. Kompos yang telah jadi memiliki tektur seperti tanah berwarna kecokelatan. Supaya lebih awet wadahi kompos dengan plastik. Jika digunakan langsung, campurkan kompos dengan tanah lalu gunakan untuk menanam tanaman.

Untuk menjaga lingkungan dari limbah, ada baiknya untuk mendaur ulang sampah dengan barang-barang yang bermanfaat. Hal ini dilakukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup dan menjaga bumi dari kerusakan.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen