Jangan Buat Foya-foya, Sulap Utang Menjadi Untung dengan Cara ini

Liputan6.com, Jakarta Apa yang terbersit dalam pikiran Anda saat mendengar kata ‘utang’? Ya, tak jarang orang langsung memberikan konotasi negatif ketika mendengar kata tersebut. Kewajiban membayar cicilan setiap bulan ke depan ditambah dengan adanya bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah alasan mengapa utang selalu identik dengan sesuatu yang merugikan, bikin boros, dan seolah menjerat manusia masuk dalam lingkaran setan. 

Padahal, bila digunakan dengan bijak, utang bisa menguntungkan. Pinjaman dana dirasa menguntungkan bagi mereka yang membutuhkan karena bisa mengatasi persoalan dan kebutuhan mendadak seperti sakit, usaha yang dijalankan bangkrut, hingga kena PHK. Selain itu, dengan pinjam dana juga bisa mendapatkan barang yang dulu belum sempat tercapai. 

Karena itulah jangan gunakan utang atau pinjaman dana hanya untuk berfoya-foya saja. Bila Anda jeli utang bisa dimaksimalkan menjadi untung berlipat ganda. Mau tahu cara bagaimana menyulap utang menjadi untung? Mari simak tips berikut.

Utang jadi modal usaha

(Foto: Ilustrasi)

Keuntungan pertama dalam memanfaatkan utang dengan sebaik-baiknya adalah dengan menggunakannya untuk modal usaha. Cara ini bila dijalankan dengan rencana bisnis yang baik, pasti besar kemungkinan bisa mendapatkan untung berkali-kali lipat. 

Bunga per bulannya pun tidak terasa jadi beban jika bisnis yang dijalankan sudah mulai menghasilkan. Belum lagi bila bisnis Anda sudah bisa berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan. Tak hanya untung itu berarti Anda telah membantu orang lain mendapatkan penghasilan dan memperbaiki hidup mereka.

Gunakan utang untuk hal produktif

(Foto: Ilustrasi)

Sejatinya utang dibagi menjadi dua, yaitu utang produktif dan utang konsumtif. Bila tidak mau merasa terbebani dengan bunga yang diberikan, lebih baik kurangi utang konsumtif dan mulai untuk beralih ke utang produktif. Sebelum dijelaskan lebih lanjut, mari simak perbedaan 2 jenis utang ini. 

Utang konsumtif, pinjaman dana untuk kebutuhan yang nilainya terus menurun dari waktu ke waktu atau utang yang digunakan untuk kebutuhan impulsif semata. Misalnya, seseorang pinjam dana untuk membeli membeli pakaian, sepatu, handphone dan hal ini diperuntukan demi memenuhi gaya hidup agar tidak tertinggal dari orang lain. Jangan dibutakan oleh merek saat membeli barang ini, belilah barang sesuai dengan fungsinya. 

Beda 180 derajat dengan utang produktif. Walaupun barang yang dibelikan bisa sama dengan utang konsumtif, tapi penggunaanya yang berbeda. Misalnya, seseorang membeli laptop dengan cara pinjam dana untuk melancarkan pekerjaan sampingan, atau untuk para pekerja digital yang sehari-harinya berkutat di media sosial meminjam dana untuk membeli smartphone yang lebih canggih dengan tujuan pekerjaan bisa berjalan lebih lancar. 

Hal tersebut termasuk utang produktif, karena tujuan seseorang berutang demi melancarkan pekerjaan mereka atau menjadi sumber penghasilan baru. Beralihlah ke utang produktif, dengan mengubah mindset untuk menginvestasikan pinjaman dana yang diterima menjadi suatu hal yang berguna untuk kelancaran hidup hingga masa depan Anda. 

Pilih pinjaman dana dengan layanan terbaik

(Foto: Ilustrasi)

Zaman sekarang, sudah banyak jenis layanan pinjaman dana. Mulai dari jenis yang konvensional seperti bank, sampai pinjaman online yang sedang ramai belakangan ini. Sebagai peminjam, kamu harus pintar-pintar memilih layanan ini. 

Salah satunya adalah Kredivo, layanan pinjaman dana dan cicilan online yang bisa Anda manfaatkan untuk berbagai macam hal. Anda ingin meminjam untuk modal usaha? Ada layanan pinjaman mini dan pinjaman jumbo dengan limit mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 30 juta. Atau mau mencicil laptop untuk menunjang jasa freelance Anda? Kredivo melayani kredit tanpa kartu di lebih dari 350+ e-commerce di Indonesia. 

Bunganya pun rendah, hanya 2,95% per bulan dengan tenor mulai dari 30 hari, 3 bulan, 6 bulan sampai dengan 12 bulan. Prosesnya juga serba cepat, hanya bermodalkan aplikasi dalam smartphone, Anda bisa mendapatkan pinjaman dalam hitungan jam, bahkan menit. Menarik bukan? 

Namun, sah-sah saja jika Anda meminjam dana untuk kebutuhan konsumtif atau demi memenuhi hasrat keimpulsifan. Karena semua jenis bisa menguntungkan dengan cara memanfaatkan barang atau kebutuhan yang Anda beli. Niatkan semua yang Anda dapatkan dari hasil pinjaman, setidaknya menunjang pekerjaan atau menjadi aset yang menguntungkan bila dijual lagi. 

 

(*)